Heppy Trenggono, Menginspirasi Dengan "Dakwah Entrepreneurship" | Portal Berita Dunia Islam & Indonesia Terbaru & Terki

Ia menyebut United Balimuda Group sebagai pesantren dan bermimpi menjadikan kelompok usahanya ini sebagai sebuah model perusahaan modern yang dikelola berdasarkan prinsip-prinsip akidah Islamiyah. Visi Inspiring and Giving the World Through the Corporate Values menjadi sebuah spirit yang merupakan roh perkembangan Balimuda, yang kemudian ditularkannya lewat 'dakwah kewirausahaan ( entrepreneurship ).

Pandangan-pandangan dan cara hidupnya, sebagai kepala keluarga dan pemimpin perusahaan, menarik dan menginspirasi banyak orang, termasuk kalangan pengusaha dan generasi muda. Bagi dia, jadi pengusaha itu belum bermanfaat kalau tidak dalam jalur kebaikan. Berikut adalah cuplikan obrolan dengan dengan Heppy Trenggono:

Anda melakukan kegiatan dakwah entrepreneurship, apa latar belakangnya?
Idenya muncul begitu saja ketika disuruh mengisi ceramah di Universitas Pekalongan, Jawa Tengah. Selama ini, dakwah amal saleh yang kita tahu hanya menyumbang atau membangun tempat ibadah. Tapi, dengan memberikan pelatihan dan berbagi ilmu, itu juga termasuk dakwah amal saleh.

Seperti apa konsep inspiring yang Anda maksudkan?
Kerja itu ibadah dan prestasi adalah dakwah. Jadi, kita ingin menginspirasi melalui prestasi. Sedangkan, giving-nya adalah amal saleh. Jadi, inilah visi kami. Kemarin, saya baru dari luar negeri, sebentar di Jakarta, terus keliling memberikan pelatihan untuk pengusaha dan anak-anak. Jadi, menurut saya, dakwah itu tidak hanya harus dilakukan oleh kiai atau menteri. Tetapi, alangkah luar biasa sekali jika semua pemimpin kita termasuk di perusahaan berdakwah.

Apa yang Anda sampaikan dalam dakwah entrepreneur itu?
memiliki sebuah nilai atau sesuatu yang dibela dan itu tercermin dalam Yang namanya dakwah itu kan tabligh, menyampaikan ajaran yang baik, menyampaikan kebaikan. Kita berdakwah dengan menginspirasi orang. Kita ingin berbagi kebaikan. Balimuda sebagai brandcorporate culture serta visi kami.

Apa sebetulnya yang mau di-inspiring ?
Kalau mau bicara perusahaan, banyak perusahaan besar. Dari segi apa pun, masih banyak yang hebat dari Balimuda. Tapi, kita memilih visi inspiring untuk memberi satu warna.

Mengapa yang dipilih entrepreneur ?
Karena, itulah masalah bangsa kita. Kalau kita melihat sejarah, bangsa ini dibangun oleh para pedagang dengan cara berdakwah. Mereka-lah yang dakwah dan ternyata sangat efektif. Lihat saja pedagang dari Gujarat. Ketika mereka ngomong, itu rohnya ada, energi keluar karena mereka sudah melakukan apa yang diucapkan.

Orang bicara sedekah atau tentang kebaikan dan membangun bangsa. Tapi, kalau dia cuma ngomong, tidak ada artinya. Namun, kalau kita menceritakan apa yang kita alami, apa yang kita jalankan, pasti banyak orang akan mengikuti. Sasaran saya dalam berdakwah itu adalah semua lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa dan pengusaha. Kita juga ke pondok pesantren. Intinya, ketika kita membangun mentalitas, yang kita ingin bangun adalah entrepreneurship .

Ia membiayai semua kegiatan pelatihan, termasuk untuk makannya. ''Saya sudah siapkan dana untuk kegiatan ini, kita juga berikan beasiswa, punya sekolah-sekolah yang dibiaya sendiri,'' ungkapnya. Untuk itu, dia punya rumus sendiri. ''Dari setiap income yang masuk, harus ada yang saya sisihkan. Dalam keadaan apa pun. Dan, itu bisa masuk ke mana-mana, baik ke pelatihan, sekolah, dan sebagainya. Kalau bicara untung, ya untunglah, materi ya materi. Itulah dakwah kita,'' cetusnya.

Apa yang diharapkan dari pelatihan?
Indonesia bisa berubah oleh satu orang. Coba bayangkan, di antara ribuan orang yang saya training, muncul satu saja, dan dia kemudian jadi presiden. Seperti apa luar biasanya. Bangsa Indonesia ratusan tahun dijajah Belanda, tapi kemudian muncul satu orang yang berpikir lain dari jutaan orang, namanya Soekarno. Akhirnya, kita merdeka. Kita butuh figur yang punya komitmen terhadap agama, bangsa, dan berani serta cerdas. Begitu satu ada yang menginspirasi, pasti semua ikut. Gerakan kita ini hanya amal saleh dan dakwah. Kalau mau ke politik, ya masuk parpol.

Maka itu, saya ingin masuki semua kalangan, termasuk pondok pesantren. Membangun bangsa dan agama itu saja tujuan saya, tidak ada yang lain. Kebetulan, karena saya bukan dari kalangan partai dan organisasi, saya bisa cair ngomong. Kalau kita ikhlas, pasti ada keberkahan di sana.

Bagaimana Anda melihat perkembangan entrepreneurship di Indonesia?
Sungguh tidak sebanding. Indonesia dengan luas dua juta kilometer persegi, Singapura 689 kilometer persegi, dan Malaysia 250 ribu kilometer persegi, tapi angka pengusaha yang kita cetak jauh di bawah dua negera itu.

Mengapa bisa begitu?
Ternyata, ada pendapat yang berkembang di masyarakat kita bahwa jualan itu merupakan hal yang tabu. Entrepreneurship intinya kan jualan. Sebagai contoh, teman saya SMP semuanya jadi pegawai. Yang jadi pengusaha cuma dua orang, termasuk saya. Banyak teman saya di Malaysia bercerita, di negerinya mencari pekerjaan itu mudah. Kalaupun ada pengangguran, itu orang yang malas saja.

Apa yang dikatakan memang benar, terbukti banyak tenaga kerja Indonesia yang berangkat ke Malaysia. Di Indonesia, mencari pekerjaan itu sulit, pengangguran sangat luar biasa, satu pekerjaan diperebutkan oleh banyak orang. Mengapa di sana mudah? Karena, entrepreneurship-nya jalan.

Di Singapura apalagi. Kita tahu orang kaya di dunia itu hanya 0,14 persen dari 6,6 miliar manusia atau sekitar 9,5 juta orang terpillih. Di Indonesia, jumlah orang kaya 250 ribu dari total 210 juta jiwa. Bandingkan dengan Singapura yang jumlah penduduknya 770 ribu dan jumlah pedagang luar biasa banyaknya.

Inilah yang menyebabkan kita tidak memiliki banyak pedagang karena ada pemeo jualan itu tabu. Inilah yang saya bedah. Dan, ini semua tantangan, apalagi kalau kita masuk ke perguruan tinggi Islam yang mahasiswanya ingin jadi santri seumur hidup. Tapi, alhamdulillah, mahasiswa dari perguruan tinggi Islam yang saya datangi mau mengikuti pelatihan yang mampu mencetak angka-angka penjualan yang bagus.

Apa yang Anda lakukan kepada mereka?
Saya mencoba mengubah maindset mereka bahwa berjualan bukan hal yang tabu. Pendekatan yang saya ambil adalah belajar dari negara-negara yang sukses. Saya beri hal-hal yang praktis, termasuk saya minta mereka berjualan satu produk dan ternyata bisa.

Saya juga bertanya kepada mahasiswa, mengapa di antara semua orang hanya sedikit yang bisa meraih sukses? Mengapa di antara semua negara ada yang bisa meraih kejayaan, sementara Indonesia masih terpuruk?

Nah, di situlah kita belajar dari kisah-kisah sukses. Prinsipnya, membangun pribadi sukses sama saja dengan membangun bangsa. Ada komitmen, tujuan yang jelas, nilai, serta identitas yang jelas. Dalam pelatihan ini, kita sentuh dua hal. Nah, melalui pelatihan yang saya berikan, mereka diberi hard skill, yaitu praktik berjualan, berbicara dengan orang, dan mau melakukan apa yang diinginkan. Inilah yang kita sebut real live game .

Real live game itu adalah seseorang dipaksa untuk memecahkan masalah dalam waktu satu jam. Kita turunkan peserta pelatihan itu di suatu tempat, mereka tidak boleh bawa dompet, handphone, dan sebagainya. Tapi, mereka kita bekali dengan barang dagangan.

Artinya, dia dilatih untuk bisa pulang bawa uang dan membayar angkot sendiri jika dapat memasarkan barang yang dibawanya. Biasanya, yang disentuh soft skill sehingga hasilnya cuma lompat-lompat. Kalau keluar ruangan, mereka bingung mau melakukan apa.

Bagaimana reaksi mereka?
Semula, mereka takut dan ragu-ragu. Sempat saya tawari, siapa yang mau mundur? Walaupun saat saya memberikan pelatihan di kampus IAIN Yogyayakarta dalam kondisi hujan, semua peserta mengikuti permainan itu dan hampir 80 persen mencetak angka.
Tentang jualan pun mereka mengaku tidak berpikir. Namun, setelah kita ceritakan dunia nyata di luar sana, akhirnya pikiran mereka terbuka dan barang yang dijual rata-rata berkurang, bahkan ada yang habis. Itu sebuah sukses buat mereka. Saya katakan kepada teman-teman bahwa sederhana belum tentu mudah.

Kalau dengan pengusaha Anda bisa satu visi, tapi bagaimana dengan mahasiswa?
Kita bicara siapa yang dihadapi. Untuk mahasiswa yang berlatar belakang lembaga Islam, kita pakai bahasa mereka. Kalau dengan pengusaha, kita sharing karena namanya pengusaha itu perlu bicara, perlu teman. Saya bilang kepada mahasiswa, mengapa kalian diturunkan ke dunia? Apa akan jadi santri seumur hidup? Kita buka bahwa mereka belajar itu untuk akhirnya terjun ke masyarakat, mengubah masyarakat. Ini yang tidak pernah mereka siapkan. Kita bawa dari dunia mereka, kita buka, dan kita bawa ke dunia nyata.

Intinya, kita bawa mereka ke koridor entrepreneurship, ya knowledge dan praktik. Banyak orang yang sudah respons. Ketika entrepreneurship diberikan dengan pendekatan ilmiah, itu agak repot. Di Amerika, dunia usaha dengan kampus dekat sekali. Bill Gates itu jadi dosen dan pengusaha. Jadi, kalau dia ngomong, orang tergerak, bukan mencibir. Di Amerika, para birokratnya juga memiliki jiwa entrepreneursihip sehingga untuk urusan dagang mereka memiliki komitmen yang jelas. Maka itu, orang Amerika pandai memberikan perlindungan bagi para pengusaha.

Pengalaman bisnisnya cukup panjang. Orang tuanya pedagang dan waktu kecil pernah jualan garam. ''Dari kecil, saya suka di pasar. Saya menikmati. Sembari kuliah, saya kerja. Saya jadi pengusaha jualan sistem, jualan keripik. Jualan ndak laku juga pernah,'' katanya. Sekarang ini, jumlah usahanya ada sekitar 12 perusahaan. Mulai dari kelapa sawit seluas 21 ribu hektare di Kalimantan Timur dan Pulau Sumatra, consumer , bisnis alat berat, hingga kontraktor. ''Kita ingin membangun usaha yang syariah. United Balimuda adalah brand -nya.''

Bagaimana dengan pembinaan Pemerintah Indonesia terhadap pengusaha kecil?
Pemerintah kita tidak memilih roh entrepeneurship. Yang ada dalam pikiran mereka adalah kasih duit hilang, kasih duit lagi. Entrepreneurship itu sebuah spesialisasi, sebuah karakter yang harus dibangun. Kalau tidak, ya ndak jadi.

Kita juga harus ingat korupsi yang paling besar adalah corporate corruption. Lihat saja BLBI (bantuan likuiditas Bank Indonesia). Berapa yang bisa dikorupsi seorang bupati, paling besar hanya miliaran saja. Tapi, kalau corporate corruption , sampai triliunan. Ini bahaya. Jadi, yang harus diciptakan adalah pengusaha yang bagus dan baik.

Mana yang harus didahulukan?
Harus bersama-sama. Itu pertanyaan banyak orang. Kita mau mulai dari mana untuk membangun pengusaha kecil. Jawabnya, mulai dari mana saja. Pemerintah ahli bikin pintu, pengusaha ahli bikin atap, kalangan buruh ahli buat fondasi. Jika kita ingin membuat bangunan yang baik, semuanya harus bagus. Negara ini sebuah rumah. Kalau semua bagus, tapi fondasi tidak bagus, ya ambruk juga.

Saran untuk pemerintah?
Harus fokus pada sektor riil. Itulah entrepreneurship. Saya tidak akan bicara sistem. Kalau ngomong sistem, nanti dikira kapitalis. Saya tidak peduli, tapi sektor riil yang harus dikembangkan. Ketika kita bicara sektor riil, mereka bergerak. Bicara soal angka, jumlah berapa orang yang bekerja dan berapa yang tumbuh, itulah sektor riil.

Perhatian pemerintah memang ada. Tapi, strategi yang menyeluruh, komprehensif, dan masif, saya rasa belum. Kalau sudah, tentu Indonesia tidak seperti sekarang. Mengapa pengangguran tinggi? Karena, sektor riil tidak jalan. Mengapa kita berani kehilangan ratusan triliun untuk BLBI, tapi berapa persen untuk sektor riil masih harus berdebat.

Sebelumnya,112 orang anggota IIBF berkumpul di Bandung. Mereka berasal dari Jakarta, Semarang, Solo, Kudus, Pekalongan dan Bandung sendiri. Bertempat di sebuah hotel di jalan Asia Afrika anggota IIBF ini mendengar paparan dari Randall Book, seorang pebisnis asal Michigan, USA. Randy, panggilan akrab Randall Book diundang khusus oleh Presiden IIBF, Heppy Trenggono untuk berbagi tips bisnis. Di Amerika, Randy adalah seorang pebisnis yang bergerak di property, mining bahkan hingga ke toko sepatu. Berasal dari keluarga pebisnis Randy adalah keturunan ketiga dari keluarga Book. Kakeknya yang membangun bisnis keluarga di property namun kemudian bisnis itu ambruk pada pada generasi kedua. Dan Randy berhasil mengangkat kembali bisnis keluarganya bahkan lebih besar dari sebelumnya.

“Salah satu cara untuk mempercepat sukses itu adalah dengan belajar pada Mentor. Mentor adalah orang yang pernah menempuh jalan itu dan menunjukkan kepada kita bagaimana melakukannya,” Heppy memberi pengantar. Dalam acara yang berlangsung setengah hari itu Randy memaparkan tentang perjalanannya membangun bisnis. “I really start my business from the bottom,” paparnya. Randy bercerita bagaimana dia mencari guru bisnis yang kemudian mempertemukannya dengan Heppy Trenggono dalam sebuah kelas bisnis di Austin Texas, USA. Satu hal yang dia tekankan dalam berbisnis apa yang disebutnya dengan Money tree, yakni bisnis pokok yang menjadi sumber uang utama. Sedangkan sumber lain-lain disebutnya dengan dengan cabang atau ranting uang.

Sukses bisnis menurut Randy juga ditentukan oleh bagaimana kita selalu menolong orang lain. “How you care to others will define your business success,” ucap Randy. Randy sendiri dalam kehidupan sosialnya adalah Presiden Yayasan Kanker Amerika. Terinspirasi oleh teman dekatnya, Heppy Trenggono, Randy juga sekarang aktif membagikan makanan kepada warga kurang mampu di sekitar tempat tinggalnya. Yang menarik dalam cerita dari Randy dalam forum itu adalah tentang bagaimana dia mengelola dan menghargai uang. Sebuah koin $ 1 sen baginya adalah sangat berharga yang membuatnya tidak segan-segan memungut dan menyimpannya. “Big always start from small. The way you do something the way you do everything,” ungkap Randy tentang sikapnya itu.

Randy dengan sangat telaten melayani semua pertanyaan dari para peserta. Dengan tetap menjaga kontak mata dengan penanya Randy seolah mengerti dengan pertanyaan dan pembicara penanya. Begitu penanya selesai tak urung dia menoleh ke arah Heppy Trenggono meminta penjelasan tentang apa isi pertanyaan yang baru saja dia dengar tadi. “There are big opportunity in this country,” Randy mengemukkan pandangannya tentang Indonesia. Di AS saat ini menurut Randy terjadi krisis ditandai jatuhnya property di pasar Amerika dengan banyaknya kredit macet di sektor ini. “If you have big cash today, come to United State and buy property soon,” Randy berkelakar. Menjawab pertanyaan salah seorang peserta tentang minatnya untuk berinvensatsi di Indonesia Randy mengatakan bahwa salah satu tujuannya ke Indonesia saat ini adalah untuk melihat peluang investasi itu. Hanya saja dia belum bisa memastikan bidang apa yang akan menarik minatnya. “This is my first time come to Indonesia,” kilahnya. Namun dia berencana akan mengajak temannya untuk ke Indonesia dan berinvestasi.

Ini memang kali pertama Randy ke Indonesia memenuhi undangan Presiden IIBF. Selain ke Jakarta dan Bandung, Randy dengan istrinya akan berlibur ke Bali selama 3 hari. Dalam perjalanan ke Bali dia berkata kepada Heppy Trenggono, “Heppy, you always make me surprised. I have no idea to say my feeling after meeting with IIBF members.” Heppy pun tersenyum dan meminta untuk ikut memberi semangat anggota IIBF mempelajari ilmu dan ketrampilan bisnis. “Ok Randy, I ask you supporting me to incourage IIBF members learn skill and business knowledge.” Randy menangangguk pelan sambil menepuk pundak kawanya itu.

Memperkaya Halaman Facebook Dengan FBML | Global Pro Business

Salah satu taktik viral marketing di halaman facebook ialah dengan memanfaatkan aplikasi FBML. Jika Anda sudah memiliki sebuah halaman, akan lebih baik jika Anda menambahkan aplikasi FBML ke halaman Anda.

Dalam aplikasi FBML, Anda bisa mendesain tampilan yang cantik atau profesional sesuai dengan bisnis Anda. Desain yang baik akan membawa citra positif bagi bisnis Anda.

Namun, bukan hanya agar tampil bagus, tetapi kehadiran FBML akan menambah efek viral dan menambah jumlah penggemar lebih cepat, plus sekaligus Anda bisa membangun mailing list.

Bagaimana aplikasi FBML bisa menambah penggemar lebih cepat?

Akan lebih mudah dipahami jika Anda langsung mengikuti demo dari taktik real yang saya gunakan. Caranya silahkan kunjungi halaman Motivasi Islami di Facebook. Anda akan diarahkan ke tab Hadiah Gratis.

Jika Anda sudah menjadi liker (penggemar) halaman ini, silahkan keluar dulu. Caranya klik Unlike atau Tidak Suka yang ada di sebelah kiri bawah halaman (dibawah gambar profil). Jika belum menjadi penggemar, jangan dulu melakukan apa-apa.

Pastikan Anda membuka Tab Hadiah Gratis. Perhatikan tampilannya. Anda akan mendapatkan undangan untuk menyukai halaman itu dengan balasan ebook gratis. Cara mendapatkan ebook, yang ditunjuk oleh panah merah tertutup oleh ajakan untuk menyukai halaman.

Sekarang, silahkan klik tombol like/suka. Tunggu sebentar dan perhatikan apa yang terjadi. Tampilannya berubah dan cara mendapatkan ebook gratis menjadi nampak.

Jika Anda belum melihat perbedaanya, silahkan Anda unlike dan kemudian like lagi. Anda akan melihat perubahan. Kenapa bisa? Karena FBML memiliki bahasa pemograman yang memungkinkan itu.

Fungsi seperti ini akan mendorong pengunjung halaman Anda untuk menyukai halaman Anda. Dan, ini akan berefek viral karena jika seseorang menyukai halaman Anda, maka dia akan memberitahu temannya melalui beranda. Ini akan memancing temannya untuk mengunjungi halaman Anda.

Apa yang Bisa Ditambahkan di FBML?

FBML mirip dengan HTML biasa, tetapi ditambah dengan tag-tag bawaan Facebook sendiri yang memiliki fungsi konektivitas dan keanggotaan di facebook. Misalnya bisa menampilkan konten yang berbeda antara penggemar dengan non-penggemar. Bisa menampilkan data yang berkaitan dengan pengunjung.

FBML juga bisa menampilkan video, formulir pendaftaran, menu website, dan sebagainya. Juga bisa menampilkan berbagai fungsi lainnya seperti tombol share, tombol invite, dan berbagai fungsi facebook lainnya. Namun, ini semua bisa berubah, tergantung kebijakan Facebook apakah memboleh sebuah fungsi-fungsi tertentu dimasukan ke FBML atau tidak.

Manfaat Ditambahkan FBML di Halaman Facebook Anda

Selain untuk meningkatkan jumlah penggemar lebih cepat, FBML juga bisa memberikan manfaat lainnya:

  1. Memberikan kesan profesional. Dengan desain yang profesional, halaman facebook Anda akan nampak berbeda, dengan memberikan kesan profesional kepada pengunjung. Tentu saja ini akan meningkatkan citra bisnis dan menguatkan brand Anda. Coba lihat halaman-halaman merk terkenal memiliki setidaknya satu tab FBML.
  2. Bisa menambahkan informasi tertentu yang tidak bisa dimuat di tab informasi. Dan tentu saja, tampilan di FBML bisa lebih bagus dibandingkan tampilan di tab informasi. Informasi ini bisa ditampilkan dengan desain yang mirip dengan website biasa, hanya lebar yang membedakannya. Lebar Tab FBML hanya dibatasi sampai 520 pixel saja.
  3. Menambahkan fungsionalitas halaman Anda. Misalnya untuk menampilkan video di halaman facebook Anda. Menampilkan penawaran produk, formulir pendaftaran, dan termasuk kontes.

Sudah 600 juta lebih pengguna facebook saat ini. Di Indonesia saja sudah mencapai 34.000.000 pengguna lebih. Artinya potensi pasar di facebook sangat luas dan terus berkembang dengan pesat. Jangan abaikan peluang ini.

Buat halaman facebook (jika belum) dan tambahkan FBML.

Taktik Pemasaran: Engagement Marketing | Global Pro Business

Engagement Marketing adalah sebuah taktik pemasaran yang layak kita ketahui pada jaman sekarang. Jaman sekarang adalah jaman internet dimana akan sangat memudahkan untuk melakukan Engagement Marketing. Apalagi saat ini kita sudah memasuki website generasi kedua yang sangat mendukung Engagement Marketing.

Ngomong-ngomong, apa itu Engagement Marketing? Sederhananya adalah pemasaran yang melibatkan partisipasi pelanggannya. Sementara website generasi kedua atau yang dikenal dengan Web 2.0 adalah website yang memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan pembacanya. Jadi web 2.0 sangat cocok jika digunakan untuk taktik pemasaran ini.

Definisi Engagement Marketing

Jika kita merujuk ke Wikipedia, berikut adalah definisi dari Engagement marketing:

Engagement marketing, sometimes called “experiential marketing,” “event marketing”, “live marketing” or “participation marketing,” is a marketing strategy that directly engages consumers and invites and encourages consumers to participate in the evolution of a brand. Rather than looking at consumers as passive receivers of messages, engagement marketers believe that consumers should be actively involved in the production and co-creation of marketing programs, developing a relationship with the brand. [Sumber: Wikipedia.]

Jadi dalam Engagement Marketing, pelanggan tidak lagi pasif tetapi bisa ikut serta dalam proses pemasaran, bahkan mulai dari pembuatan produk. Pelanggan bukan saja penerima pesan pemasaran kita, tetapi juga bisa ikut memberi pesan pemasaran. Pelanggan bisa membantu mengembangkan produk, memperkuat merk, memantapkan positioing, memperjelas perbedaan, meningkatkan nilai dan pelayanan, dan berbagai manfaat lainnya.

Contoh Engagement Marketing

Salah satu contoh menarik ialah yang dilakukan oleh Jones Soda, dimana di websitenya pengunjung boleh mengirimkan photo yang bisa dicetak di botol soda. Jika ada photo yang bagus, bisa digunakan menjadi photo botol soda secara masal. Ini adalah keterlibatan atau partisipasi pelanggan untuk membuat kemasan yang merupakan bagian dari pemasaran.

Contoh lain ialah saat perusahaan bisa mendapatkan masukan, bahkan kritikan dari para pelanggan sehingga memunculkan ide-ide inovatif baru baik dalam pemasaran maupun dalam pengembangan produk.

Contoh sederha lainnya ialah saat pelanggan ikut menyebarkan pesan pemasaran kita kepada orang lain. Bisa melalui even, pakaian, gadget, bahkan melalui web 2.0.

Engagement Marketing Di Jaman Web 2.0

Kehadiran web 2.0 sangat memudahkan untuk melakukan Engagement Marketing bagi bisnis Anda. Sebab web 2.0 memang didesain agar ada interaksi antara pengelola web (baca perusahaan) dengan pengunjung web (baca calon pelanggan atau pelanggan). Apa saja yang termasuk web 2.0?

  • Blog. Baik blog profesional seperti blog ini (GlobalPro Bisnis) maupun blog gratisan seperti blogspot bisa menjadi alat untuk Engagement Marketing. Tentu saja, blog berbayar akan memberikan kesan profesional dan Anda memiliki kendali penuh dibanding blog gratisan. Melalui blog, Anda bisa memberikan konten yang berkaitan dengan produk dan jasa Anda, kemudian Anda bisa mendapatkan masukan dari pembaca blog Anda. Masukan ini sangat berharga bagi bisnis Anda. Apakah Anda sudak punya blog profesional untuk produk atau jasa Anda?
  • Jejaring Sosial (Social network). Contohnya ialah facebook, twitter, dan LinkedIn, sangat ideal untuk Engagement Marketing karena kemudahan komunikasi dan efek viralnya. Saat ini sudah banyak perusahaan besar yang menggunakan jejaring sosial dalam Engagement Marketing. Bagaimana dengan Anda?

Email. Selain web 2.0, email juga bisa digunakan untuk Engagement Marketing. Email adalah salah satu alat yang sudah digunakan sejak lama, bahkan sebelum web 2.0 lahir. Namun kekuatan email masih bisa dirasakan sampai saat ini. Email masih menjadi alat komunikasi utama pada saat ini dan bisa Anda gunakan untuk melakukan Engagement Marketing.

    Tiga Kunci Sukses Engagement Marketing

    Ada 3 hal yang perlu Anda perhatikan dalam pelaksanaan Engagement Marketing.

    1. Otentik. Artinya Anda harus memberikan informasi yang benar berkaitan dengan produk dan jasa Anda. Ini adalah dasar dari Engagement Marketing sebab pelanggan datang ke website, halaman facebook, dan email Anda untuk mendapatkan kebenaran. Engagement Marketing tidak akan berjalan jika ada dusta di antara pelanggan dengan perusahaan.
    2. Frekuensi. Frekuensi juga memegang peranan penting. Anda harus memperhatikan sesering apa Anda berkomunikasi dengan pelanggan Anda. Terlalu sering akan mengurangi kesempatan Anda untuk mendapatkan masukan, sebaliknya terlalu jarang juga tidak baik sebab mungkin mereka menunggu terlalu lama. Dari pengalaman dan monitoring Anda akan mengetahui frekuensi yang tepat.
    3. Monitoring. Ini sangat vital, sebab justru dari monitoringlah Anda bisa mendapatkan banyak masukan dari Engagement Marketing. Salah satunya adalah frekuensi yang tepat dan kita juga harus mengetahui apa yang dikatakan pelanggan, apa yang disukai pelanggan, dan apa yang tidak disukai pelanggan.

    OK, sampai disini dulu pembahasan tentang Engagement Marketing, semoga bermanfaat. Jika ada pertanyaan, ide, usulan, atau apa pun tentang Engagement Marketing silahkan tuliskan dalam form komentar dibawah.

    William Shakers

    Oleh Ir. H. Heppy Trenggono, M.Kom.

    Hari ini, jumat 23 April 2010, rencana untuk bertemu dengan William Shaker sahabat saya di New York saya tunda, jam 7.00 pagi ini saya dengan istri, kakak dan ponakan bergegas menuju Renaisance Hotel New Jersey untuk bertemu Pak Hasan Toha Putra yang kebetulan sedang berada di Amerika Serikat bersama dengan rombongannya. Pak Hasan adalah dewan Pembina IIBF Jawa Tengah, bisa dikatakan dari tangan beliaulah kelahiran IIBF segera diterima secara luas oleh tokoh-tokoh dan pengusaha senior di Jawa Tengah.

    William Shakers adalah pengusaha, imigran, pekerja keras, sekaligus anak muda yang inspiring. Dia hidup di New York bersama dengan ibunya yang sudah tua, tidak memiliki saudara satupun kecuali ibunya itu.

    Berbeda dengan banyak pengusaha yang saya kenal, William Shaker memiliki usaha yang unik, berjualan kacamata “tiruan” secara online, istilah yang dia pakai adalah “replica sunglasses” sebagai kata ganti dari “imitasi”. Bekerja sendirian dan hanya dibantu dengan seorang karyawan yang dia sebut sebagai “my runner”. Will hanya berjualan secara online, melalui website, tidak memiliki toko dimanapun kecuali di internet.

    Bagi saya, yang sangat menarik adalah keberhasilannya membangun bisnis sederhana yang benar-benar bisa menghasilkan uang! Bisnis yang dia bangun telah mengantarkan dia memiliki kehidupan yang mewah, “In New York, You are my guest” begitulah dia selalu mengingatkan saya sambil berjanji akan mengantarkan saya kemanapun di New York dengan mobil mewahnya dan mentraktir selama saya di New York, sebuah kualitas kehidupan yang sangat jarang ditemukan di New York, rata-rata orang di New York bekerja keras untuk hidupnya.

    Will sangat concern dengan biaya investasi, untuk membangun websitenya dia mengaku tidak melakukannya sendiri tetapi menggunakan jasa web developer di India yang dia temukan via internet. Memerlukan kerja keras dan kesabaran hingga dia menemukan barang-barang imitasi terbaik dan termurah, dia ceritakan hampir seluruh barang dagangannya berasal dari luar negeri. Bisnisnya beroperasi dengan biaya yang super efisien, dia selalu mengontrol dari belahan dunia manapun dia berada, dan setiap hari ada seorang karyawan yang stand by untuk memfollow up setiap transaksi yang masuk. Dalam beberapa tahun ini Will telah mendapatkan lebih dari 4,000 customer yang 80% diantara mereka adalah pembeli wholesales, pembeli yang membeli secara rutin kepada Will melalui websitenya www.impostercity.com, www.voguewear.com, www.replicawholeshalessunglasses.com, www.nywholesalessunglasses.com. Pelajaran yang kita tangkap dari seorang William Shaker adalah bahwa “keberhasilan bisnis bukanlah tentang apa yang kita lakukan, tetapi tentang bagaimana kita melakukannya”. Saya yakin banyak orang yang bisa memulai bisnis seperti yang dia lakukan, tetapi berapa banyak orang yang bisa membangun bisnisnya hingga benar-benar menghasilkan uang? William Shaker tidak hanya sekedar membuat website dan menunggu order, dia bekerja keras untuk membuat bagaimana caranya agar bisnisnya berjalan dan menghasilkan uang.

    Dia melakukan berbagai strategi tentang bagaimana agar orang bisa menemukan websitenya dan tertarik untuk membeli, dia mencari barang-arang terbaik dari seluruh penjuru dunia, dia memastikan bahwa orang yang membeli dari dia mendapatkan harga terbaik dan mendapatkan untung ketika menjual lagi secara retail, dia memastikan setiap order barangnya harus ada dan dikirim dengan cepat, dan memastikan setiap orang yang pernah membeli akan kembali membeli. Pada pertemuan yang terakhir dengan Will tahun lalu, dia mentargetkan untuk menelpon semua pelanggan yang tidak kembali lagi, dan akan menanyakan kepada pelanggannya “Apa yang harus saya lakukan untuk membuat anda membeli kembali kepada saya?” Itulah William Shaker, dan pagi ini Alhamdulillah senang sekali saya bisa bertemu dengan pak Hasan di New Jersey.

    Meminjam Pikiran Orang | Anthony Dio Martin Official Site

    Meminjam Pikiran Orang

    Pikiran dan pengalaman kita bisa terbatas. Saat kita selalu mentok dan terus-menerus tidak mampu begerak lebih jauh dan kelihatannya segitu-segitu saja. Padahal, kita telah berusaha secara maksimal. Saat itulah, Anda mulai menyentuh limit pengalaman dan pikiran Anda. Itulah saat dimana Anda perlu perlu meminjam pikiran dan pengalaman orang lain.

    Meminjam ini bisa dilakukan dengan membaca, mendengarkan, ngobrol atau mengikuti bimbingan atau pelatihan tertentu. Intinya, masalah yang Anda alami sekarang, kadang tidak bisa diatasi dengan pikiran Anda karena keterbatasan pengalaman yang Anda miliki. Itulah manfaat bicara, mendengarkan dan belajar dari orang lain.

    “Ketika Anda kelihatannya mentok di satu titik dan tidak kemana-mana meskipun Anda telah berusaha keras. Mungkin saatnya bagi Anda untuk meminjam pikiran orang lain”

    Lampu Hemat Energi LED: LED PANEL LIGHT

    Lampu Hemat Energi LED: LED PANEL LIGHT

    LED PANEL LIGHT Lampu panel datar ini tersedia dalam dua ukuran. Sangat cocok untuk ruang kantor atau ruang meeting. Tersedia dalam besaran daya 40W yang diantaranya :

    JP_FS001 : 40w, 80lm,/w, Body-al, Cover-PC1220(W) x 300(D) x 50(H)










    JP_FS002 : 40w, 80lm,/w, Body-al, Cover-PC600(W) x 630(D) x 50(H)















    Untuk mendapatkan produk-produk Lampu LED yang hemat energi, hubungi kami

    PT. Az Global
    Sentral Senayan 2, Lt16 W-37, Gelora Bung Karno, Senayan
    Jakarta Pusat 10270
    Tel. 021-3005 0629, Fax. 021-3005 0601
    Email:az.global@yahoo.co.id

    Cavistons

    Cavistons

    We are Ireland's premier 6 day a week source of the widest, most complete selection of fresh Organic fruit & vegetables, the freshest fish & finest delicatessen products.. Then there's our restaurant!

    Visit us in Glasthule between Dun Laoghaire & Dalkey today

    Shop Opening Hours
    8:30AM - 6PM Thursday 30th
    8:30AM - 4.30PM Friday 31st
    Closed New Years Day 1st & Sunday 2nd January
    Reopening Monday 3rd January 2011 8:30AM-5PM
    Then normal hours..

    Restaurant will reopen Thursday 29th & Friday 30th for lunch only. Evening sittings resume next weekend (8th & 9th).

    Restaurant extended opening hours
    Cavistons Restaurant is now open to cater for evening dining every Friday and Saturday night!
    Click here for more information and booking