My First Website: 9 KUNCI SUKSES DUNIA AKHIRAT

9 KUNCI SUKSES DUNIA & AKHIRAT
Oleh : Serip Airmas


Pertanyaan mendasar adalah, mengapa Allah memerintahkan kita membacanya setiap Sholat? bahkan, sholaat tidak sah tanpa dibacakan surat Alfatihah... Ini adalah salah satu kemungkinan jawabannya.

Apabila bicara sukses dunia pasti orang berfikir banyak harta, pekerjaan bagus, jodoh yang bagus dan hal-hal penuh kebagusan lainnya dalam hidup kita. Sebagai umat Islam yang setiap lima waktu melakukan sholat, dan dalam sholat itu 17 rakaat dilakukan, semuanya membaca surat Al Fatihah. pertanyaannya sekarang adalah, kenapa kita disuruh membaca surat Al Fatihah setiap rakaat kita sholat?



Percayalah, ini adalah satu-satunya jawabannya. mulai saat ini, ubahlah posisi duduk anda, katakan pada diri anda bahwa anda akan melanjutkan membaca artikel ini sampai habis. katakanlah pada diri anda sendiri bahwa ANDA INGIN BERUBAH DAN ANDA MAU BERUBAH !!!


1. Bismillahirrahmanirrahim
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang

Pada ayat pertama ini, Allah memperkenalkan diriNYA, memberitahukan kepada seluruh alam semesta nama resmi dan sifat yang dimilikinya. Kalau pada kitab-kitab sebelum Al Quran terdapat nama YHWH, Elohim, Huwa dan Bapa’, maka dalam kitab yang terakhir ini – Al Qur’an – Allah menegaskan lagi bahwa namanya yang dengannya Tuhan pemilik alam semesta ini ingin di kenal adalah Allah.

Kalau dalam pengetahuan yang primitif orang mengenal Tuhan sebagai sosok yang menyeramkan, berbadan besar dengan mata yang melotot keluar dan taring yang panjang lagi tajam yang harus diberi sajen supaya tidak marah, maka pada ayat pertama ini, Allah memperkenalkan dirinya dengan sifatNYA yang sama sekali jauh dari apa yang mereka kira selama kehidupan primitif itu yaitu Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Hal ini merupakan pernyataan resmi Tuhan semesta alam untuk membantah semua faham dan pengertian tentang Tuhan Pemilik Jagad raya. Jadi dengan ayat ini seolah Allah mengatakan kepada seluruh alam semesta bahwa “ini loh Aku, namaku Allah dan aku Maha Pengasih dan Maha penyayang”.

FILOSOFI AYAT INI ADALAH :
KUNCI SUKSES DUNIA & AKHIRAT YANG PERTAMA ADALAH MENGENAL ALLAH YANG MAHA PENGASIH DAN MAHA PENYAYANG

Mengenal Allah adalah salah satu kunci sukses, sebab dengan mengenal Allah manusia menjadi tahu dan – mudah-mudahan – akan selalu ingat bahwa walaupun bagaimana dirinya sebagai manusia berusaha, tetapi hasil akhir ada ditangan Allah. Dengan demikian manusia menjadi tidak sombong apabila berhasil karena keberhasilannya adalah hasil campuran antara ikhtiar – usaha –nya dan bantuan dari langit berupa ketentuan. Pun apabila dia gagal, dia tidak perlu menyalahkan dirinya sendiri, karena sadar bahwa kegagalannya bukan karena usahanya kurang bagus, tetapi ada penentu segala penentuan, yaitu Allah.

Mengenal Allah akan membuat manusia berakhlak mulia, karena sadar bahwa Allah maha melihat dan maha mengawasi. Dengan mengenal Allah, manusia akan ingat bahwa dirinya harus terus menerus berbuat kebaikan dan menjadi manfaat buat manusia lain yang nota bene adalah sama-sama hamba Tuhan.

“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa”

Mengenal Allah lebih jauh menjadikan manusia hanya berharap kepadaNya, bukan kepada yang lain. Menggantungkan hidupnya pada Allah, memasrahkan hidup dan seluruh sendi kehidupannya pada peraturan dan agama Allah.

Nabi Muhammad saw selaku rasul pilihan diutus ke dunia ini adalah dengan misi, memperkenalkan Allah yang maha pengasih, maha penyayang kepada seluruh manusia. Ia mengajarkan untuk membaguskan Akhlak, baik akhlak kepada manusia lainnya, akhlak kepada lingkungan dan yang terpenting adalah akhlak kepada Allah. Dengan pengenalan yang baik kepada Allah, manusia telah berusaha mengikuti tauladan rasulullah saw berakhlak mulia kepada Allah.

Mengenal siapa Allah bagi manusia berarti bahwa manusia itu telah menapaki salah satu jalan menuju kesuksesan Dunia dan Akhirat. Itulah yang oleh kalangan sufi dinamakan ‘makrifatullah.’


2. Alhamdulillahirobbil ‘Alamin
Segala Puji Bagi Allah Tuhan semesta alam

Segala Puji hanya untuk Allah, segala bentuk pujian baik pujian atas nikmat dan karunianya berupa kesehatan maupun pujian karena nikmat dan karunianya berupa kehidupan. Pokoknya segala bentuk pujian, baik puji kecil maupun puji besar.
Pada ayat yang ke dua ini Allah menyuruh kita – sebagai makhluk yang berakal – untuk memuji Dia. Kenapa kita harus memuji Dia ? Karena kalau kita lihat lebih dalam dengan perenungan yang bersih kita akan menemukan bahwasanya alam semesta ini, yang berjalan teratur dari hari ke hari, bulan ke tahun bahkan detik ke menit, berjalan dengan sistemnya yang secara scient – ilmu pengetahuan – dapat diterangkan dengan baik tanpa keragu-raguan.

Pertanyaan yang baik dilontarkan pada waktu merenung itu adalah, siapa yang telah menciptakan ini semua ? siapa yang menjalankan sistem ini, yang begitu konsisten dan teratur tanpa ada satupun kesalahan di dalamnya? Dia lah Allah.
Kita harus memujiNYAkarena Dialah yang telah menciptakan diri kita dan alam lingkungan kita. Segala sesuatu selain dia adalah ciptaannya, segala sesuatu selain Dia adalah makhluk, yang diciptakan.

Manusia, Jin, Malaikat, Hewan , Tumbuhan, matahari, bulan, bintang dan planet-planet di tata surya, semuanya adalah makhluk ciptaan Allah. Sampai saat ini belum ada satu orang pun yang mengklaim bahwa seluruh jagad raya ini adalah ciptaannya. Hanya Allah saja yang berani mengatakan bahwasanya Allah yang telah menciptakan Alam semesta ini.

Kalau kita mau merenungkannya, sebenarnya alam semesta yang kita lihat dan rasakan setiap hari ini, tidak berguna buat kita jika kita tidak dihidupkan, diciptakan dengan dilengkapi indera-indera untuk melihat, mendengar, merasa dan lainnya. Coba kita bayangkan, apa jadinya bunga-bunga yang beraneka warna nan indah tanpa mata kita untuk melihat? Apa jadinya suara angin berdesir menerpa dedaunan ditingkahi suara burung-burung berkicau tanpa telinga kita untuk mendengar? Apa jadinya beraneka buah-buahan dan daging hewan yang lezat tanpa lidah kita untuk merasa?
Subhanallah, Maha suci Allah yang telah menciptakan manusia dengan sempurna,

“Sesungguhnya telah kami ciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Coba kita renungkan kejadian diri kita. Salah satu contoh adalah pada saaat kita bayi. Waktu bayi kita tidak punya apa-apa, masih lemah. Allah menjadikan kasih sayang pada seorang ibu dan ayah yang bersedia bersusah payah merawat kita. Bayangkan derita yang ditanggung oleh ibu kita saat mengandung kita. Sembilan bulan sepuluh hari, beliau mengandung kita, membawa-bawa kita dalam setiap aktifitasnya. Bayangkan derita dan beban yang dipikulnya. Tapi beliau rela melakukan itu karena sifat kasih sayang yang ditanamkan Allah ke dalam sanubari ibu kita. Maha suci Allah yang telah menciptakan kasih sayang dengan rahmatnya.

Setelah dewasa, kita mulai mengerti. Indera penglihatan dan pendengaran kita menjadi baik. Kita mengenal warna-warni dan kita mendengar banyak sekali suara. Kemudian kita perhatikan cara kerja mata, telinga, kulit, lidah dan otak. Suatu keajaiban, bukan? Sampai saat ini, belum ada manusia yang mampu menciptakan robot yang mempunyai rasa dan perasaan seperti layaknya manusia. Tapi kita? Kita diciptakan dengan sempurna dan itu semua gratis dari Allah sebagai bentuk kasih sayangNya kepada kita.

Pada ayat yang ke dua ini seolah-olah Allah berkata, “Hai manusia, pujilah aku, karena aku telah menciptakan kamu dan lingkungan tempat kamu tinggal.”

FILOSOFI AYAT INI ADALAH :
KUNCI SUKSES DUNIA & AKHIRAT YANG KE DUA ADALAH MENGENAL DIRI DAN LINGKUNGAN

Mengenal diri berarti memahami diri sendiri. Apa kebaikan kita, bakat yang kita punya, apa yang bisa kita lakukan dengan tubuh dan otak kita. Mengenal diri juga berarti memahami keterbatasan kita, kekurangan kita yang harus kita perbaiki dari hari ke hari. Mengenal diri berarti memahami sejauh mana kredibilitas kita mesti kita bangun untuk menghadapi tantangan kehidupan di depan kita.

Mengenal diri dan lingkungan berarti juga menjaga komunikasi, akhlak dan perilaku kita dimata masyarakat tempat kita hidup. Dalam pengenalan diri ini tercakup beberapa hal yang sangat dibutuhkan kita sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial. Diantaranya adalah kredibilitas, kepercayaan – trust, dan skill – kemampuan – untuk melakukan sesuatu.

Salah satu konsekwensi dari memeluk agama Islam adalah, pertama harus mengakui bahwa Allah swt adalah Tuhan kita yang patut kita sembah, kalau Allah adalah Tuhan kita, maka dengan sendirinya Al Qur’an adalah kitab yang harus kita kuasai.

Yang ke dua sebagai umat Islam kita harus menjadikan Rasulullah, Muhammad saw, sebagai teladan kehidupan kita. Kalau kita baca Al Qur’an, maka kita akan tahu bahwa sejak usia dini Allah telah memberitahukan kepada kita sifat-sifat manusia yang rata-rata manusia memilikinya yaitu sifat menentang, keras kepala dan kufur nikmat. Itu adalah pemberitahuan Allah, bahwa yang namanya manusia itu bukan baru sekarang saja keras kepala, menentang dan kufur nikmat. Tapi sejak zaman Adam sampai nanti kiamat tiba, yang namanya manusia ya, begitu itu. Makanya, kita diharuskan meniru perilaku Rasulullah saw, perilaku yang luhur. Bahkan menurut salah satu istrinya – Aisyah – perilaku Rasulullah adalah sesuai dengan Al Qur’an.

Dan apabila kita mengkaji kehidupan Rasulullah, maka kita akan mendapati bahwa manusia yang paling mengenal dirinya sendiri adalah Rasulullah dan para sahabatnya. Bayangkan prestasi yang mereka capai. Tidak sampai tiga ratus tahun sejak di kumandangkannya azan pertama di kota suci makkah, kekuasaan umat Islam sudah terbentang luas ke barat dan ke timur. Itulah efek dari mengenal diri dan lingkungan, mengenal Allah dan menuruti hukum-hukumnya.

Manusia yang mengenal dirinya tidak akan mudah terombang ambing oleh kejamnya zaman. Dia tidak akan mudah terbawa arus dalam pergaulan. Dan yang terpenting, orang yang mengenal dirinya adalah orang yang tahu batasan-batasan kesanggupan dirinya dan tahu apa-apa saja yang mampu dilakukannya.

“Kenalilah dirimu, niscaya engkau akan mengenal Tuhanmu”

Manusia yang mengenal dirinya adalah manusia yang mau belajar, mau menerima masukan dan mau bersikap toleran. Bukankah kita hidup dibawah langit yang sama, kita berjalan dibawah awan yang sama, jadi buat apa memperbesar perbedaan seolah itu adalah sesuatu yang harus dipertentangkan. Selama nilai-nilai kemanusiaan dijunjung tinggi, maka selama itu pula kita akan hidup tenteram dan damai sebagai bentuk dari kecintaan terhadap kemanusiaan.

“Sesungguhnya kamu diciptakan bersuku-suku berbangsa-bangsa supaya saling mengenal.”

Supaya saling memahami, saling berbagi, saling belajar, saling berusaha menolong dan yang terpenting adalah saling bermanfaat untuk sesama. Bukankah perbedaan itu indah? Bukankah bunga akan semakin indah jika dia beraneka ragam dan berwarna-warni? Bukankah dalam pengertian yang lebih luas terdapat upaya Allah untuk membaurkan suku-suku dan bangsa-bangsa tadi dalam medan bisnis, supaya ada ‘link’, ‘channel’, supaya ada koneksi?

Manusia yang mengenal dirinya dan lingkungannya adalah manusia yang sudah melangkah mendekaati kesuksesan Dunia dan Akhirat.


3. Arrahmaanirrahiim
Maha Pengasih Maha Penyayang

Pada ayat yang ke tiga ini Allah mengulang kembali pernyataan tentang sifat dan namaNya, Maha pengasih dan Maha penyayang. Mengapa dalam tujuh ayat surat Al Fatihah ini Allah lebih mementingkan untuk mengulang kalimat Arrahmaanirrahiim yang sudah dinyatakan di ayat pertama – bismillahirrahmanirrahim ?
Allah ingin menegaskan kepada kita semua sifat kasih sayangNya kepada manusia. Ar Rahman adalah salah satu namaNYA juga yang berarti Maha Pengasih. Tak ada yang lebih kasih dari pada yang Maha Pengasih. Ar Rahim juga sebuah namaNYA yang berarti Maha Penyayang. Dari nama inilah – Ar Rahim – diambil kata silaturrahmi, yang berarti saling berbalas berkasih sayang.

Ada sebagian ulama dalam kitab tafsirnya mengatakan bahwa sifat Allah Ar Rahman – Maha pengasih – ditujukan untuk semua makhluknya di alam semesta ini sedangkan Ar Rahim – Maha Penyayang – hanya di khususkan bagi orang Mukmin di Akhirat nanti. Wallahu a’lam.

Terlepas dari penafsiran itu, tentu kita akan bertanya, Apa buktinya kalau Allah Maha pengasih dan Maha penyayang bagi kita ? Sebagai Pencipta manusia, Allah tidak lantas membiarkan manusia menjalani kehidupan dunia ini tanpa ada bimbingan.
Allah yang memberikan kehidupan ini kepada seluruh makhluk juga memberikan bimbingan – berupa petunjuk – untuk seluruh makhlukNya itu menjalani hidup dan kehidupan ini. Itulah Al Qur’an al karim. Itulah teori untuk menjalani kehidupan supaya seluruh makhluknya sukses mengemban misinya masing-masing di dunia yang penuh liku-liku ini. Seperti anda jika memberli barang elektronik, hanphone misalnya. Tentu anda tidak mau jika anda hanya menerima perangkat kerasnya saja tanpa disertai manual book – buku petunjuk pemakaiannya. Begitu juga dengan manusia, diberikannya Al Qur’an sebagai ‘manual book’ bagi manusia untuk menjalani hidup di dunia ini. Itulah bukti bahwa Allah Maha Pengasih terhadap seluruh makhlukNya.

Tapi Allah tidak hanya Maha Pengasih saja, Dia juga Maha Penyayang sehingga bukan hanya Teori untuk menjalani kehidupan dunia ini saja yang diberikan , tapi juga diberikan bukti secara praktek. Kalau ada orang memberikan teori tentang sesuatu hal kepada orang lain, itu sudah biasa, tapi kalau orang itu memberikan teori disertakan dengan prakteknya, itu baru luar biasa. Itulah yang dilakukan oleh Allah Swt.
Saking sayangnya Allah dengan makhluk yang namanya manusia, diturunkanlah seorang rasul yang menjalani – mempraktekan - semua hal yang tercantum di dalam Al Quran – yang merupakan teori untuk menjalani kehidupan ini – secara murni dan konsekuen.
Dalam ayat ke tiga ini Allah seolah-olah berkata, “inilah bukti bahwa Aku sayang kepada kalian. Aku ciptakan aturan berupa petun juk untuk menjalani kehidupan di dunia ini, aku tidak memberikan teori saja, tapi juga aku berikan contoh hidup. Dia lah rasulku, dalam tempo 23 tahun, dia sudah bisa membangun kerajaan Islam yang terpatri di hati sahabat-sahabatnya yang luasnya dibarat dan ditimur. Jadi Apabila kalian mengikuti petunjuk secara teori dan mengikuti juga petunjuk secara praktek, pasti kamu akan sukses dunia akhirat seperti Rasul kesayanganKU Muhammad saw.”

FILOSOFI AYAT INI ADALAH :
KUNCI SUKSES DUNIA & AKHIRAT YANG KE TIGA ADALAH MENGETAHUI SARANA DAN PRASARANA UNTUK SUKSES YAITU AL QURAN DAN HADIST

Dalam Alqur’an terdapat pokok-pokok petunjuk untuk sukses. Sedang penjabarannya adalah dalam praktek yang dilakukan Rasulullah saw yang diejawantahkan ke dalam hadist.

Bukankah dalam Islam diajarkan bahwa menuntut ilmu itu ibadah? Bukankah dalam Islam juga diajarkan bahwa senyum itu ibadah? Itulah petunjuk jalan menuju kesuksesan Dunia dan Akhirat.

“Aku tinggalkan dua hal, apabila engkau berpegang kepada keduanya maka engkau akan selamat dunia dan akhirat. Yaitu al Qur’an dan Hadist.”

Tidak ada satu hal pun yang menyangkut kehidupan manusia serta sendi-sendinya yang tidak diterangkan di dalam Al Qur’an dan Hadist. Mulai dari peraturan dan tata cara sholat sampai peraturan dan tata cara buang air, semuanya tersaji lengkap untuk di ikuti, di praktekan sebagai langkah menuju kesuksesan Dunia dan Akhirat.

4. Maalikiyaumiddin
Rajanya hari pembalasan

Pada ayat ke empat ini, Kita seperti di sadarkan. Betapapun lama hidup ini berlangsung, betapapun uniknya kehidupan ini, pasti bermuara pada satu tujuan. Akhirat. Pasti berakhir dengan suatu ketetapan yaitu kematian. Allah menegaskan kepada manusia, Dialah Raja di raja pada hari pembalasan. Berbuat baiklah semaumu, hai manusia, karena engkau pasti akan di balas. Ada hari yang ditunggu-tunggu, hari pembalasan. Allah lah Raja pada hari itu.

Pada ayat ini Allah seperti mengingatkan kita, “Hai manusia, Engkau aku ciptakan dari sulbi perempuan dan mani laki-laki dengan tujuan beribadah kepadaku. Ingatlah Tujuan hidupmu yang utama adalah akhirat. Berapapun lamanya kamu hidup, kamu akan mati juga, dan kalau kamu mati, maka engkau akan dikembalikan kepadaku untuk aku balas segala perbuatanmu di dunia. Jadi beramallah dengan amal yang baik seupaya engkau mendapatkan balasan yang baik pula.”

FILOSOFI AYAT INI ADALAH :
KUNCI SUKSES DUNIA & AKHIRAT YANG KE EMPAT ADALAH MENGETAHUI TUJUAN PENCIPTAAN

Mengetahui tujuan penciptaan adalah langkah menuju sukses Dunia dan Akhirat. Orang yang mengetahui tujuan penciptaan, maka dia akan berfikir seribu kali jika ingin melakukan perbuatan tercela. Seperti tukang kayu yang sedang membangun rumah, kalau dia mengetahui tujuannya membangun rumah tentu akan dikerjakannya dengan sepenuh hati dan sepenuh kemampuan yang dia punya.

“Tidak Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaKU.”
Manusia yang mengetahui tujuan penciptaannya pasti menjalani hidup yang seimbang antara keperluan Dunia dengan keperluan Akhirat, karena bagaimanapun dia berbuat dia mengetahui suatu saat dia akan mati, meninggalkan dunia yang fana ini menuju dunia yang kekal, akhirat.

Allah sebagai khalik menciptakan manusia dengan tujuan menjadi Khalifah di dunia ini. Khalifah adalah wakil Allah, jadi manusia adalah wakil Allah di Bumi ini, kalau di dalam suatu bangsa, maka Khalifahnya adalah Raja, Ratu atau presiden. Di dalam suatu masyarakat propinsi, khalifahnya adalah gubernur, sedang dalam rumah tangga, khalifahnya adalah ayah atau bapak sebagai kepala rumah tangga. Tiap-tiap diri sendiri, adalah Khalifah bagi dirinya sendiri.

“Tiap kamu adalah pemimpin. Dan tiap pemimpin pasti akan di tanya mengenai apa yang dipimpinnya.”

Orang yang mengetahui tujuan penciptaan, pasti tidak akan menyia-nyiakan dirinya dengan menganggur tiada upaya. Karena pengangguran adalah bukti kejumudan – ke apatisan – dan kehidupan ditandai dengan pergerakan. Bergerak berarti hidup sedang diam berarti mati. Kesedihan yang mendalam adalah bagi orang-orang yang mati dalam hidupnya, mati hatinya dari mengenal Allah, mati hatinya dari mengenal diri sendiri, dan mati hatinya dari mengetahui tujuan dia hidup.

Orang yang tidak mengerti tujuan penciptaannya maka dirinya pasti berasa hampa, kosong. Mengerjakan sesuatu tapi hatinya tetap berasa ada yang kurang, berasa sendiri. Kenapa demikian? Sebab dalam hati kita ada yang disebut ruh ilahiah, ialah ruh yang ditiupkan Allah yang selalu menanyakan beberapa pertanyaan dasar seperti apa tujuan hidup kita? Kenapa kita diciptakan? Siapa yang telah menciptakan kita? Pertanyaan-pertanyaan itu membutuhkan jawaban. Dan jawaban yang pasti adalah makanan spiritual untuk menentramkan hati kita. Dialah tunduk dan pasrah terhadap agama Allah, satu-satunya agama yang benar.

Manusia-manusia yang mengetahui tujuan penciptaan pasti menghargai waktu, karena dia tahu waktunya hidup di dunia ini sangat terbatas. Kematian bisa datang tanpa diundang. Dia sadar betul bahwa semua waktunya harus digunakan untuk kemanfaatan baik untuk diri sendiri, untuk keluarga dan untuk orang lain. Manusia yang tahu tujuan penciptaan akan bergerak seolah-olah waktu memburunya karena dia sadar, waktunya sangat terbatas sedang amal ibadahnya masih sangat sedikit.
Jadi, mengetahui tujuan penciptaan adalah salah satu langkah menuju kesuksesan itu sendiri.

5. Iyya kana’budu wa iyya kanasta’in
Hanya kepada Engakaulah kami menyembah dan hanya kepada
Engkaulah kami meminta pertolongan

Pada ayat ke lima ini, Allah memberi tahukan kepada manusia bahwa konsep penyembahan yang di terima di sisiNya adalah konsep Laa ilaha Ilallah Muhammadarrasulullah. Aku menyatakan bahwa Tidak ada Tuhan yang layak disembah kecuali Allah dan aku menyatakan bahwa Muhammad adalah Utusan Allah, hanya utusan, bukan Tuhan yang layak disembah. Hanya manusia biasa yang menjadi utusanNYA. Dia sama seperti rasul-rasul yang lain, hanya saja dia – Muhammad saw – mempunyai keistimewaan yang tidak dimiliki Rasul dan Nabi yang lain. Itulah konsep ibadah yang benar bukan yang lain.
Ibadah adalah segala sesuatu kegiatan yang baik menurut moral dan baik menurut al quran dan dicontohkan oleh Rasulullah yang diniatkan hanya untuk Allah. Ibadah menuntut keikhlasan dari si pelaksananya.

Ibadah dibagi dua, Ritual dan sosial, ada ibadah yang ritual, tapi bila dikaji secara specifik, maka ia juga – ibadah ritual itu – seringkali berupa ibadah yang bersifat sosial. Contohnya sholat, sangat ritual dan individual, tapi kalo dilakukan secara berjamaah di suatu masjid atau mosholla dia akan menjadi ibadah sosial juga.
Ibadah ritual hanya sedikit, sholat, puasa, zikir, Haji, menjaga wudhu. Tapi ibadah sosial bisa banyak sekali jenisnya. Senyum adalah ibadah, menggauli anak dan istri dengan baik, juga ibadah. Menyingkirkan duri dari jalanan orang muslim juga ibadah, memberi kebaikan kepada orang lain berupa makanan atau minuman juga ibadah, bahkan memberi minum kepada anjing yang kehausan juga merupakan ibadah.

Sedangkan konsep tolong menolong adalah konsep barokah. Segala sesuatu kalau tidak ada barokah-nya maka akan terbuang sia-sia. Jika anda mempunyai uang seribu dan dalam waktu dekat menghasilkan lima ribu lalu uang itu terpakai untuk sesuatu yang berguna, itu berarti penghasilan anda ada barokahnya karena digunakan sesuai kebutuhan, tapi kalau uang anda terbuang sia-sia hanya untuk sesuatu yang sebenarnya anda tidak perlu, apalagi kalau anda menyesal karenanya. Itu bisa dikatakan tidak ada barokah – berkah - dari Allah swt.

Allah telah berjanji kepada manusia, “Allah akan menolong seseorang selama orang itu menolong Agama Allah.” Janji Allah tak pernah ingkar hanya saja masalah waktunya tidak bisa dipastikan, karena berkah termasuk sesuatu yang gaib dan segala sesuatu yang gaib tidak bekerja menurut prinsip-prinsip yang realistis, faktual, nyata dan dapat diperhitungkan.

Sebenarnya hal itu mempermudah tugas kita. Yang perlu kita lakukan hanyalah berbuat baik setiap saat. Pasti Allah akan membalas perbuatan baik kita karena itu adalah janjiNYA.

Dalam ayat ini Allah seolah-olah berkata, “Aku menciptakan kamu dengan tugas beribadah dan saling tolong menolong antara sesamamu. Maka beribadahlah kamu dengan cara saling tolong menolong supaya kamu menjadi sesuatu yang besar, supaya kamu beruntung.”

Kalau dipikirkan secara jernih tanpa prasangka, sebenarnya indah sekali konsep tolong menolong yang di perintahkan Allah untuk kita lakukan. Segala kebaikan di ganjar sepuluh kali lipat dan dilipatkan lagi hingga tiga ratus hingga lima ratus tingkatan. Kalau kita melakukan kebaikan yang banyak maka ganjaran dari Allah akan melimpah dan memenuhi ladang pahala amal kita. Jadi perumpamaannya seperti sesuatu yang sedikit dilontarkan kemudian berbalik menjadi banyak dan berkumpul hingga meluap dan luapannya kembali ke tempat kita.

FILOSOFI AYAT INI ADALAH :
KUNCI SUKSES DUNIA & AKHIRAT YANG KE LIMA ADALAH MENGETAHUI KONSEP IBADAH DAN KONSEP TOLONG MENOLONG

Banyak sekali kaum kafir orientalis, maupun kafir liberalis yang sekuler, berusaha memisahkan antara agama dan kehidupan dunia. Kita sebagai umat Islam menyatakan menolak konsep pemisahan itu. Bagi kita, kehidupan adalah agama itu sendiri, kehidupan dunia adalah ladang untuk beramal menuju kehidupan akhirat. Tidak ada satupun dalam agama yang tidak memberi peraturan bagi kehidupan dunia.

Dalam bisnis moderen misalnya, telah berlaku aturan cara berbisnis yang syari’i. Bahkan Rasulullah adalah contoh pedagang – pebisnis – yang ulung. Terbukti ketika dirinya dijadikan duta dagang oleh sayidah Khadijah, tidak sampai sebulan Rasulullah telah pulang membawa keuntungan yang banyak.

Agama Islam adalah agama yang sempurna mengatur bisnis dan segala sendi kehidupan manusia. Jadi tidak ada pemisahan yang ini urusan agama dan yang itu urusan dunia. Dalam Islam, Agama harus menata kehidupan di dunia dan dunia harus sesuai dengan peraturan agama.

Penyesatan yang dilakukan oleh orientalis dan kaum kafir lainnya yang mengatas namakan dunia bahkan mengatasnamakan HAM telah berurat berakar dalam kehidupan masyarakat dewasa ini. Sehingga ada jargon dalam berpolitik ‘kalau berpolitik tidak usah membawa-bawa agama’. Kalau anda menemui orang yang berkata seperti itu katakanlah, “Kami umat Islam, segala kehidupan kami sudah di atur dalam agama, jadi tidak mungkin kami meninggalkan agama kami seperti anda meninggalkan agama anda dibelakang punggung anda.”

Dalam Islam apapun yang kita lakukan dan di niatkan untuk Allah, itu adalah ibadah. Melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya karena Allah, itu ibadah. Menghindari korupsi sebisa-bisanya karena Allah, itu pun ibadah. Tidak ada yang bernilai tidak ibadah, kecuali hal itu dilakukan bukan untuk Allah, untuk boss misalnya, itu bukan ibadah.

Ibadah seperti diterangkan di atas memiliki dimensi yang luas. Ada ibadah ritual, sholat, puasa, sedekah, haji. Dan ada juga ibadah sosial, yang ini banyak sekali jenisnya dan hampir ada di setiap sendi kehidupan kita.

Senyum kepada orang lain, itu ibadah. Mencegah orang lain berbuat jelek, itu ibadah. Memberi ilmu kepada siapa saja itu ibadah. Semua hal yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain diniatkan untuk mencari ridho Allah adalah ibadah.
Berbisnis dengan baik, itu juga ibadah. Mencari uang yang halal, itu juga ibadah bahkan hal itu adalah ibadah wajib yang diutamakan, mencari penghasilan yang halal.

“Barangsiapa tidak memperdulikan dari mana dia mendapatkan harta, maka Allah tidak memperdulikan dari pintu mana dia masuk neraka.”

Tolong menolong juga merupakan ibadah. Bahkan ajaibnya kalau ibadah lain dihitung pahalanya berdasarkan ke ikhlasan orang yang melakukan ibadah itu dan di balas nanti di akhirat, tolong menolong beda perhitungannya.

Anda boleh mencoba hal ini sebagai pengujian terhadap konsep tolong menolong ini. Percayalah kalau tolong menolong itu dibalas tunai, langsung di dunia ini. Artinya kita tidak akan mati sebelum perbuatan baik kita menolong orang lain di balas oleh Allah swt. Percayalah. Saya dan berjuta-juta orang mukmin lainnya sudah mencobanya.
“Barangsiapa menolong agama Allah, maka Allah akan menolongnya.”

Memang kalau kita menolong orang lain tidak lantas kita mendapatkan apa yang kita mau saat itu juga, karena tolong menolong adalah sesuatu yang ghaib balasannya tidak bekerja berdasarkan hukum yang pasti dan dapat dihitung waktunya. Tapi barang siapa menolong orang lain, adalah suatu kepastian bahwa dirinya akan di tolong juga oleh Allah, hanya masalah waktunya dan dimananya itu kita tidak bisa memastikan. Tapi pasti Allah menolong kita. Itu adalah janji Allah dan janji Allah tidak pernah ingkar.

6. Ihdinashiraatalmustaqim
Tunjukilah kami jalan yang lurus

Dalam kehidupan dunia ini, yang terpenting adalah diberi petunjuk jalan yang lurus. Itulah cita – cita tertinggi manusia. Diberi jalan yang lurus. Untuk apa banyak uang, harta melimpah, tapi sesat, jauh dari jalan Allah? Untuk apa hidup senang di dunia tapi susah di akhirat? Untuk apa uang melimpah tapi jantung harus di ganti darah sebulan sekali? Diberi petunjuk jalan yang lurus, membuat hidup kita tenang bahagia dunia dan akhirat. Alangkah sesatnya orang yang jauh dari ajaran Allah.
Biasanya hambatan yang utama adalah melawan diri sendiri. Kemalasan merupakan penyakit yang diciptakan oleh diri sendiri. Itu harus dilawan oleh orang yang beriman. Tugas ibadah kita menuntut akhir yang baik maksudnya khusnul khotimah, akhir yang baik. Percuma kalau kita sudah bekerja keras di dunia, tanpa kita sadari tahu-tahu kita termasuk dalam golongan yang mendapatkan akhir yang buruk atau su ul khotimah. Na uzubillah min zalik.

Surga di dapat oleh orang – orang yang mendapatkan petunjuk jalan yang lurus. Oleh karenanya, orang – orang yang mendapat petunjuk sudah dipastikan dalam genggaman kebahagiaan disisi Allah, surga jannatunna’im.

Allah berkata dalam ayat ini, “Ayo kejarlah surgaKU dan ketahuilah cara satu-satunya mendapatkan surgaku adalah mengikuti petunjukku. Petunjuk tidak akan berguna bagi orang yang bodoh, tapi engkau tidak bodoh. Mintalah surga, mintalah petunjuk jalan yang lurus. Karena jika engkau dapat petunjuk, tak ada seorang pun yang mampu menyesatkan engkau. Dan engkau akan beroleh surgaKU.”

FILOSOFI AYAT INI ADALAH :
KUNCI SUKSES DUNIA & AKHIRAT YANG KE ENAM ADALAH : MEMPUNYAI CITA-CITA TINGGI DAN BERUSAHA MENGGAPAINYA

Banyak filosof ulung yang berkata bahwa hidup dan kehidupan ini menjadi dinamis dan menemukan bentuknya yang sekarang adalah karena orang mempunyai cita-cita yang tinggi.

Karena cita-cita yang tinggi ingin terbanglah Wrigth bersaudara menciptakan pesawat. Karena cita-cita ingin menerangi rumahnya maka Thomas Alfa Edison menciptakan bola lampu. Hidup akan bermakna bagi orang-orang yang mempunyai cita-cita. Dan hidup pantas dijalani hanya bagi orang-orang yang cita-citanya digantungkan setinggi langit. Buat apa diam berpangku tangan tanpa cita-cita, hidup ini hanya sekali dan harus bermanfaat. Kita harus meninggalkan jejak bagi generasi dibelakang kita, sehingga mereka bisa bangga dengan keberadaan kita.

Orang yang tidak mempunyai cita-cita adalah orang yang mati, orang yang menyandarkan hidupnya pada takdir. Dia akan dibawa kemana hidup ini membawanya bukannya dia yang menjadi penentu mau dibawa kemana hidupnya.

Bagi seorang muslim, cita-cita yang tinggi diperlukan. Cita-cita yang paling tinggi adalah mendapatkan kenikmatan surga jannatunnaim. Sedangkan jalannya berbagai cara bisa dilakukan. Dari jadi presiden sampai jadi pengamen kata Rhoma Irama.

“Hai manusia dan jin, jika engkau sanggup menembus langit, maka tembuslah, sesungguhnya menembus langit itu membutuhkan kekuatan yang besar.”

Mempunyai cita-cita yang tinggi akan mendorong orang untuk berbuat sesuai dengan apa yang dicita-citakan, mungkin saja dia mendapatkan kegagalan, tapi kegagalan itu dijadikan awal kesuksesannya. Bisa saja suatu saat ia merasa jenuh, tapi begitu dia mengingat cita-citanya yang tinggi dan membayangkan apa yang bisa dicapainya dengan cita-citanya itu, dia bangkit lagi dengan semangat baru, usaha baru dan cara pandang yang baru.

Tentunya cita-cita yang tinggi memerlukan dukungan dari beberapa disiplin kehidupan, dia memerlukan dukungan ilmu, amal sholih, skill, komunikasi yang baik dan kedisiplinan diri untuk konsisten menyandang cita-citanya.

Cita-cita yang tinggi disertai upaya untuk mencapainya adalah langkah awal untuk beroleh kesuksesan itu sendiri.

7. Shiratallazina an’amta alaihim
Jalan orang-orang yang diberi nikmat

Sebagai orang mukmin, kita tidak saja minta diberi jalan yang lurus, tapi kita lebih spesifik lagi, lebih detail. Kita juga minta selain petunjuk jalan yang lurus juga jalan yang diberi nikmat. Bukan sekedar lurus saja. Tapi diberi nikmat.

Di dalam Al Qur’an penuh dengan cerita atau kisah para nabi dan penentangnya. Para nabi merupakan contah orang – orang yang diberi nikmat, disamping petunjuk jalan yang lurus. Dalam ayat ini Allah mengingatkan kisah-kisah itu. Kalau engkau memperoleh ‘berkah’KU, engkau akan seperti nabi-nabiKU, orang-orang sholihKU, orang-orang yang diberi nikmat.

FILOSOFI AYAT INI ADALAH :
KUNCI SUKSES DUNIA & AKHIRAT YANG KE TUJUH ADALAH MENGETAHUI BATASAN SUKSES

Apa sih arti kesuksesan itu menurut Islam? Apakah kalau kita banyak uang, banyak mobil, banyak rumah kita sudah dikatakan sukses? Mana yang lebih enak, banyak harta tapi jiwa kita sakit atau miskin tapi jiwa kita sehat?

Dalam Islam, kesuksesan adalah apabila kita sebagai manusia dapat hidup tenteram dengan beramal baik sesuai yang dicontohkan Rasulullah saw, menggantungkan diri kepada Allah, bisa menolong orang lain dengan harta dan jiwa kita dan mendapatkan khusnul khotimah – akhir yang baik – sehingga Allah Ridho kepada kita dan kita dimasukkan kedalam surga. Itulah difinisi kesuksesan menurut Islam.

Islam tidak melarang orang berharta banyak, bahkan dianjurkan sebab ada ibadah yang namanya sedekah dan membayar zakat yang memerlukan harta sebagai sarananya.
Islam juga tidak melarang mempunyai istri lebih dari satu, asalkan dia sanggup berlaku adil antara istri yang satu dan istri yang lainnya.

Islam tidak melarang mempunyai kedudukan yang baik, bahkan di anjurkan karena menjadi Khalifah yang adil ganjarannya tidak lain kecuali surga.

Dalam kehidupan ini ada 2(dua) hal yang perlu diperhatikan :

1. Ridha Allah : bagaimanapun kita hidup, apapun usaha kita, kita harus mempertanyakan kepada diri kita, “Apakah Allah Ridha dengan apa yang kita lakukan?” kalau Allah tidak Ridha dengan apa yang kita lakukan, buat apa kita hidup? Buat apa kita banyak harta tapi harta itu hasil mencuri? Buat apa banyak harta tapi harta itu hasil berjudi? Menang undian? Bukan hasil kerja keras kita? Buat apa?

2. Manfaat untuk diri sendiri dan orang lain : kita juga harus bertanya kepada diri kita, apakah hal yang kita lakukan itu ada manfaatnya? Minimal untuk diri sendiri. Sebab kalau tidak ada manfaatnya, lebih baik tidak usah dikerjakan.

"Hai orang-orang yang beriman, takutlah kepada Allah dan hendaknya setiap diri memperhatikan apa-apa yang diperlukan untuk hari esoknya.”

Bukankah dalam ayat ini mengandung pengertian Perencanaan? Hidup harus terencana, tercita-cita. Ingin hidup seperti apa yang akan kita jalani? Itu terserah kita. Mau masuk surga itu terserah kita. Mau masuk neraka, itu juga terserah kita. Pilihannya ada ditangan kita, dan waktu untuk memilihnya adalah saat ini, saat kita hidup di dunia yang fana ini. Jadi silahkan memilih. Karena hidup adalah pilihan.

Ghairilmagdubi ‘Alaihim Waladdhoollin
Bukannya jalan orang-orang yang di murkai dan bukan jalan orang-orang yang sesat.

Maghdubi, Dimurkai Allah. Kenapa mereka di murkai Allah? Karena mereka mengetahui kebenaran tapi mereka sengaja berpaling dari melakukan kebenaran itu. Allah murka. Seperti orang – orang Yahudi. Mereka dikatakan seperti keledai membawa buku-buku, mereka berilmu, tapi ilmunya tidak membuat dirinya lebih dekat kepada Allah. Allah murka.

Wa La Dholin, dan bukanya orang yang sesat. Orang yang berilmu tentu mengetahui kalau dirinya mengetahui, beda dengan orang yang tidak mengetahui, mereka mencari-cari sesuatu tanpa mengetahui sesuatu itu apa. Mereka bisa dipastikan akan mendapatkan kesesatan. Dalam Islam, orang harus beribadah dengan Ilmu. Dengan pengetahuan orang menjadi tahu dan mengerti apa yang dilakukannya. Tidak asal sembarangan.

Orang – orang nasrani, mereka mengikuti apa yang dikatakan nenek moyang mereka, tanpa menyelidiki kebenarannya, mereka sesat. Kita berlindung dari pada hal yang demikian itu – menjadi sesat dan menyesatkan orang lain. Na uzu billah minzaalik.

FILOSOFI AYAT INI ADALAH :
KUNCI SUKSES DUNIA & AKHIRAT YANG KE DELAPAN ADALAH MENGETAHUI UNSUR PENGHAMBAT KESUKSESAN YAITU DIMURKAI DAN SESAT.

Orang-orang yang menginginkan kesuksesan harus mengetahui apa saja yang mnghambat dirinya untuk menjadi sukses. Dia harus tahu hal itu untuk menghindarinya. Diantara penghambat kesuksesan itu adalah mempunyai ilmu tapi ilmu itu tidak dipergunakannya. Mereka inilah yang dimurkai Allah.

Mengapa orang yang mempunyai ilmu tapi tidak mau mempergunakannya? Karena sombong. Angkuh dan bangga terhadap pendapatnya sendiri. Orang yang sombong sama saja menuhankan dirinya sendiri. Mereka seperti fir’aun pada zaman nabi Musa As.
Ilmu tiada berguna tanpa amal, ilmu pengetahuan apapun itu tidak ada gunanya jika tidak dipraktekan untuk kemaslahatan umat manusia. Contohnya, dia sudah belajar mengobati dengan baik , tapi ilmu pengobatannya itu tidak dipakainya, justru dia berpegang kepada perdukunan yang belum tentu ada ilmunya, kita bisa melihat sendiri mengapa Allah murka. Buat apa menuntut ilmu tapi tidak dipergunakan sebagai ladang amal?

Di dunia ini ada 4 (empat) jenis manusia :

1. Orang yang tahu kalau dirinya tahu, dialah orang yang berilmu, ikutilah dia dan ambil ilmunya untuk kita amalkan.

2. Orang yang tidak tahu kalau dirinya tahu, dialah orang yang lupa, tugas kita adalah mengingatkan bahwa dirinya bisa lebih bermanfaat jika dia menggunakan ilmunya untuk masyarakat.

3. Orang yang tahu kalau dirinya tidak tahu, ini adalah orang yang mau belajar, bantulah dia untuk mencari ilmu sehingga dirinya bisa berguna bagi dirinya sendiri dan masyarakat tempat dia tinggal.

4. Orang yang tidak tahu kalau dirinya tidak tahu, ini adalah orang bodoh, jangan mengikutinya kalau anda tidak ingin sesat. Orang yang tidak tahu kalau dirinya tidak tahu hanya mengadalkan pemikiran akalnya yang terbatas, pasti dia akan menciptakan khayalan dan illusi supaya orang lain menganggap dirinya benar.

Yang terpenting dalam Islam adalah beribadah dengan ilmu, sebab apabila orang beribadah tanpa ilmu dia akan tertolak ibadahnya. Bagaimana mungkin orang melakukan sholat, tanpa tahu bacaan sholat yang benar? Bagaimana mungkin orang melakukan sholat tanpa tahu apa manfaat sholat untuknya? Begitu juga dengan ibadah-ibadah lainnya.

“Menuntut ilmu adalah wajib hukumnya bagi seorang muslim. Tuntutlah ilmu dari mulai buaian sampai ke liang lahat.”

Hambatan lainnya yang menghalangi kesuksessan adalah malas, jumud – berdiam diri – dan merasa paling benar sendiri. Ke tiga hal ini adalah penghambat yang nyata untuk diri anda meraih kesuksesan. Kalau orang sudah malas, apapun dianggap siksaan buat dirinya. Mau melakukan ini, malas. Mau melakukan itu pun malas. Susah jadi orang malas. Apalagi jumud – berdiam diri – ada hal yang perlu dilakukan, tapi tidak dilakukan karena dirinya memilih diam tidak melkukan apa-apa. Dan yang paling menakutkan adalah merasa diri paling benar. Kalau orang sudah merasa diri paling benar, ilmu apapun, nasihat apapun tidak akan masuk ke dalam jiwanya. Betapa pun kerasnya kita memberi tahu akan suatu hal, dia tetap dengan pendiriannya bahwa dia mengetahui segalanya dan dia benar. Na uzu billahi minzalik.

Majulah orang-orang sukses, dan ketahui hambatan-hambatan untuk meraih sukses. Hambatan paling banyak adalah dari diri sendiri. Insya Allah akan dijelaskan lagi secara terperinci apa-apa saja yang menghambat kesuksesan.

Amin
Kabulkanlah doa kami

Setelah engkau memuji, kemudian dilanjutkan dengan memuji menggunakan namanya, engkau menyatakan bahwa tiada ada Tuhan yang dimintai pertolongan dan disembah selain kepada NYA, engkau lanjutkan dengan permintaan untuk diberi petunjuk jalan orang yang lurus dan diberi nikmat seperti nabi-nabi Allah yang diceritakan al Qur’an al karim. Engkau berharap doa mu itu dikabulkan Allah dengan pengharapan yang pernuh keyakinan, permintaan yang penuh kesungguhan dan penantian yang sangat-sangat merindukan. Engkau hanya bisa pasrah dan berharap kebaikan dari Allah yang mengabulkan doa. Jangan berprasangka macam-macam pada Allah, kalau doa kita belum terkabul. Pasti ada hikmahnya.

FILOSOFINYA ADALAH :
KUNCI SUKSES DUNIA & AKHIRAT YANG KE SEMBILAN ADALAH BERPRASANGKA BAIK KEPADA ALLAH & SELURUH MAKHLUK

Berprasangka baik bukan berarti melepaskan tanggung jawab ikhtiar – usaha – kepada ketentuan Allah. Sebaliknya berprasangka baik adalah terus berusaha hingga terlihat hasil baiknya.

Sabar dan tawakal, bukan berarti diam tak berusaha, sabar adalah berusaha sekuat tenaga dan sekuat kemampuan, kemudian berpasrah tentang hasilnya kepada Allah. Itulah pengertian sabar dan tawakal yang diinginkan di dalam Islam.

“Sesungguhnya Aku mengikuti prasangka hambaKU.”

Kalau usaha sudah kita lakukan, doa sudah kita panjatkan, tugas kita berikutnya adalah berprasangka baik kepada Allah. Mungkin saja kita belum berhasil sebab kalau kita dibiarkan Allah berhasil nanti kita akan menjadi sombong. Kebanyakan manusia tidak kuat jika diuji dengan keberhasilan. Banyak orang yang dulunya sholat dengan tekun tapi begitu diberi keberhasilan sedikit saja, sholatnya ditinggalkan karena sibuk dengan urusannya. Padahal urusannya baru akan berakhir kalau dirinya sudah masuk kedalam liang kubur. Na Uzu Billahi Minzalik.

Jadi saudaraku, marilah kita berangkat menuju kesuksesan, mari kita raih kesuksesan itu dan kesuksesan itu baru dikatakan sebuah kesuksesan jika ia mencakup dunia dan akhirat sekaligus. Islam telah mengajarkan kepada kita tata cara meraih kesuksesan dengan sembilan kuncinya ini. Ayo saudaraku, mari, kita tinggal melakukannya. Kita tidak harus menciptakan lagi apa itu jalan menuju sukses, karena Allah telah memberitrahukan jalan menuju kesuksesan itu kepada kita. Kita wajib membacanya di dalam sholat. Pilihannya terserah kita, apakah kita akan meraih kesuksesan itu – yang telah Allah beritahukan kepada kita jalannya ? atau kita memilih terpuruk di dunia ini – yang berkonsekuensi terpuruk juga di akhirat nanti. Pilihannya ada pada diri kita masing-masing. Jadi mari kita memilih untuk menjadi sukses. Ayo....!!!

Semoga yang sedikit ini bermanfaat untuk diri sendiri dan umat pada umumnya.
Wassalamu alaikum wr. Wb

Serip Airmas
0856 871 0505

7 kunci sukses dunia akhirat « RuMahQu

7 kunci SUKSES dunia akhirat

SUKSES dunia akhirat pasti impian semua orang. bermacam definisi SUKSES dunia akhirat, seperti KAYA masuk SURGA, jadi presiden masuk SURGA, jadi pengusaha masuk SURGA ataupun yang lainnya, yang menggambarkan SUKSES dunia akhirat. yang KAYA, yang punya KEKUASAAN sering dikatakan SUKSES. semua orang pasti ingin SUKSES, terutama SUKSES dunia akhirat. kitapun bisa mendefinisikan SUKSES untuk kita sendiri. dan apapun definisi yang kita dapatkan, itulah sukses untuk kita. SUKSES yang bisa dibuka dengan kunci-kunci unik yang ternyata tidak jauh dari aktivitas keseharian kita.
kita anggap saja SUKSES dunia akhirat itu dapat dibuka dengan 7 kunci, karena ia berada dalam ruang dengan 7 pintu yang terkunci. dan inilah 7 kunci yang dapat membuka pintu-pintu itu:

1. taubatan nasuha
ini kunci yang paling penting dari kunci-kunci yang lainnya. ini kunci pertama yang dapat membuka pintu kesuksesan. dengan taubat, pintu kesuksesan akan terbuka. harga dari sebuah taubat itu tidak terhingga. ALLAH pun tidak pernah bosan untuk menerima hamba-Nya yang datang untuk bertaubat. saat kita datang kepada ALLAH untuk bertaubat, saat itu pula kita diampuni. kita akan bersih kembali, sehingga kita bisa melangkah untuk membuka pintu-pintu kesuksesan yang lain.

2. shalat wajib awal waktu (khusus laki-laki di masjid)
mengapa? karena sholat adalah amalan yang pertama kali dihisab oleh ALLAH. kalau sholatnya baik, maka amalan yang lain baik, kalau sholatnya buruk, maka amalan yang lain buruk. dan sholat awal waktu adalah sebuah kebaikan tersendiri. bukankah kita tidak ingin dianggap lalai jika kita tidak sholat awal waktu? jadi, jangan telat sholat wajib apalagi ga sholat.

3. lakukan shalat sunat qobliyah dan ba’diyah
kita sering mendengar bahwa sholat sunat itu dapat menyempurnakan sholat wajib. ada pula ide yang menyatakan bahwa sholat sunat ini dapat mengangkat sholat wajib agar sampai kepada ALLAH. analoginya seperti seekor burung dengan dua buah sayap. seekor burung tidak dapat terbang tanpa sayap. begitu pula sholat wajib, mungkin tidak akan sampai kalau tidak pake sholat sunat. dan sholat sunat yang dianjurkan adalah shalat sunat rawatib, yaitu qobliyah dan ba’diyah ini.

4. lakukan shalat dhuha
shalat dhuha ini banyak sekali fadilahnya. lakukan saja 2, 4, 6, 8, 10, atau 12 rokaat. kalau bisa minimalnya 4 rokaat dengan 2x salam. sebelum kita melakukan aktivitas keseharian kita, lakukanlah sholat dhuha, insya ALLAH ini pun dapat membuka salah satu pintu kesuksesan.

5. lakukan sholat tahajud dan witir
bangunlah di sebagian atau sepertiga malam yang terakhir untuk melakukan sholat tahajud. pada waktu itu, ALLAH benar-benar turun untuk ‘mengunjungi’ hamba-Nya. jadi, pada saat itu, sambutlah ‘kedatangan’ ALLAH dengan sujud kepada-Nya dalam keadaan bersih, rapi, suci dari kotoran dan najis. tidak ada do’a yang tidak dikabulkan oleh ALLAH, apalagi disaat kita mau berkorban dengan menyerahkan waktu yang terbaik kita untuk ALLAH. disaat enak-enaknya tidur, kita bangun untuk menyambut ALLAH. wah, insya ALLAH, pintu kesuksesan akan langsung terbuka.

6. sedekah yang terbaik
sedekahkan apa yang terbaik yang kita punya. makin baik sedekah kita, makin mudah kita membuka pintu kesuksesan. memang tidak apa-apa kita sedekah dengan sesuatu yang kita sebut dengan ‘sisa’, tapi itu berarti kita tidak memberikan yang terbaik. bukankah ALLAH telah memberikan kita yang terbaik? dan kita pun menginginkan sesuatu yang terbaik? maka, sedekahlah dengan sedekah yang terbaik.

7. berbuatbaiklah dan tinggalkan perbuatan buruk
dengan berbuat baik, hati kita akan bersih. kita tidak memiliki noda sehingga ALLAH akan memudahkan kita untuk meraih kesuksesan yang kita impikan.
itulah 7 kunci SUKSES dunia akhirat. lakukan hal ini minimal 40 hari, rasakan apa yang terjadi pada diri kita. insya ALLAH, kesuksesan dunia akhirat akan kita raih.
PERCAYALAH! BUKTIKAN saja!

Layanan Pelanggan dalam 10 Langkah Sederhana

Layanan Pelanggan dalam 10 Langkah Sederhana

08 Februari 2010 | Dibaca : 4421 kali | 0 Komentar | Kategori: Pelayanan Pelanggan

Jika Anda seperti saya, Anda memiliki banyak pengalaman dengan layanan pelanggan yang buruk. Pikirkan terakhir kali Anda mengalamai kejadian buruk dengan produk atau jasa.

Mungkin produk atau jasa tidak sejalan dengan sales. Mungkin perusahaan tidak merespon telepon atau e-mail. Mungkin mereka tidak melakukan apa yang mereka katakan. Atau mereka mencari-cari alasan ketika Anda melaporkan masalah atau ada pertanyaan.

Jika Anda memikirkan semua pengalaman negatif melebur menjadi satu hal, kurangnya layanan pelanggan. Dan kurangnya layanan pelanggan biasanya bermula dari kurangnya fokus pada pelanggan. Banyak bisnis yang kehilangan pandangan siapa yang mereka layani dalam bisnis.

Alih-alih pepatah lama, "pelanggan selalu benar," saat ini banyak pengusaha yang merasa terganggu dengan pelanggannya. Saya akan katakan rahasia saat di awal sebagai agen iklan. Kami dulu punya pepatah, "bisnis ini akan besar, jika ini bukan untuk klien."

Hal yang bodoh bukan?! Kita tidak ada pekerjaan jika tidak utuk klien. Ya, terkadang klien bisa jadi sulit, tapi mereka adalah alasan kita berbisnis. Tugas kita adalah melayani mereka. Jika mereka kesal, seharusnya kita terbuka untuk mencari tahu alasannya, dan menggunakan informasi tersebut untuk meningkatkan produk atau jasa.

Ya, terkadang Anda harus menemui seseorang yang tidak tahu apa –apa, dan Anda harus berhubungan dengannya. Tapi seringkali, keluhan klien mengungkap masalah atau sesuatu yang bisa kita tingkatkan.

Jadi selalu dengarkan pelanggan Anda. Berkomitmen untuk memperlakukan pelanggan dengan baik. Setelah itu, memberikan layanan pelangan yang baik adalah salah satu alat marketing terbaik dan termurah yang ada. Jika Anda memperlakukan pelanggan dengan baik, atau lebih baik, diluar harapan mereka, Anda akan dihargai.

Klien yang happy adalah klien yang sama yang akan dengan senang hati mereferensikan pada Anda. Kebalikannya juga benar. Jika Anda klien yang kecewa, atau tidak memberikan apa yang Anda janjikan, atau memperlakukan mereka dengan buruk, mereka akan mengatakan pada setiap orang betapa buruknya Anda. Nyatanya, klien yang kecewa tersebut lebih banyak membicarakan Anda daripada klien yang happy. Sayangnya, seperti itulah biasanya terjadi.

Kabar baiknya adalah, tidak sulit memberikan layanan pelanggan yang baik. Anda hanya perlu menyadari dan membuat prioritas. Berikut adalah 10 tips untuk membantu Anda dalam layanan pelanggan.

1. Mudah diakses.

Pelanggan harus bisa menggandalkan Anda, atau seseorang dalam perusahaan, jika mereka ada pertanyaan atau mereka membutuhkan layanan Anda. Sediakan beberapa cara bagi pelanggan untuk menghubungi Anda, seperti email, telepon, e-mail, atau fax.

2. Merespon tepat waktu.

Buatlah kebijakan untuk menjawab telepon atau e-mail dalam waktu 24 jam. Dan jika Anda tidak bisa berkomitmen dengan hal tersebut, maka tentukan kerangka waktu yang bisa Anda kelola dan biarkan pelanggan tahu mereka bisa mengandalkan Anda untuk menginformasikan pada mereka dalam waktu yang ditentukan.

3. Mendengarkan pelanggan Anda.

Seringkali saat pelanggan menelpon atau menulis keluhan, mereka hanya ingin didengarkan. Nyatanya, terkadang, Anda hanya perlu mendengarkan. Luangkan waktu untuk mendengarkan apa yang dikatakan pelanggan sebelum Anda merespon atau mempertahankan produk atau jasa Anda. Dan mereka akan mengerti.

4. Memperlakukan pelanggan dengan respek.

Meskipun pelanggan yang ada di ujung telepon bertindak tidak rasional, kasar, jangan merendahkan diri Anda pada level mereka dengan melakukan hal yang sama. Perlakukan setiap orang dengan respek dan sebaliknya Anda akan dihormati. Plus, Anda tidak pernah tahu seseorang baru mengalami hari yang buruk, dan Anda terkena imbasnya (kita semua pernah melakukannya).

5. Jangan mendebat pelanggan Anda.

Anda tidak pernah bisa memenangkan argumen dengan pelanggan. Karena, jika Anda menang, Anda seolah mengasingkan pelanggan dan Anda kehilangan bisnis dengan mereka. Kita semua tahu jika pelanggan tidak selalu benar, tapi alih-alih fokus pada apa yang salah dan mempertahankan diri Anda, fokus pada bagaimana Anda bisa memecahkan masalah atau memperbaiki situasi.

6. Hormati komitmen Anda.

Jika Anda katakan Anda akan menjawab e-mail, maka jawablah. Jika Anda menawarkan garansi, maka hormati itu. Tidak ada satu hal yang lebih cepat merusak hubungan dengan pelanggan selain menjanjikan sesuatu dan tidak menepatinya.

Minggu lalu saya mendapatkan e-mail yang baik dari seorang klien yang kemudian menyadarkan saya betapa hal ini. Inilah yang dia tulis:

"Terima kasih banyak atas jawaban Anda yang cepat dan komprehensif. Minat pribadi, perhatian dan antusiasme Anda terlihat jelas. Banyak pemilik usaha yang berjanji merespon dan menjawabnya secara personal, tapi mereka jarang melakukannya..."

Ya, saya memerlukan waktu menjawab e-mailnya. Tapi saya berjanji memberikan email support pada semua klien yang membeli Sistem 10 Langkah Marketing dan karena itu penting untuk menghormati komitmen tersebut. Jika saya sampai pada titik dimana saya tidak lagi bisa merespon karena volume permintaan atau komitmen waktu lainnya, saya akan berhenti menawarkan layanan ini, tidak hanya berhenti merespon.

7. Lakukan apa yang Anda katakan.

Jika Anda bilang akan menghubungi seseorang pada hari Selasa, maka teleponlah pada hari Selasa. Semudah itu. Jika Anda ingin pelanggan percaya dan yakin dengan Anda, Anda harus mengikuti apa yang Anda katakan.

8. Fokus pada hubungan pelanggan, bukan sales.

Keberhasilan bisnis Anda dalam jangka panjang terletak pada kemampuan Anda untuk menjalin hubungan dengan pelanggan dalam jangka panjang. Jika Anda mengorbankan hubungan untuk menghasilkan penjualan jangka pendek, bisnis Anda akan berumur pendek.

9. Jujur.

Jangan membesar-besarkan hasil yang diperoleh dari produk atau jasa Anda. Jangan menjanjikan hal-hal yang tidak bisa Anda penuhi untuk menghasilkan penjualan. Saya melihat di banyak web saat ini; segala sesuatunya serba cepat. Ini menjengkelkan orang dalam membeli produk, dan kemudian produk tidak dikirim. Apakah pelanggan akan kembali membeli dari tempat tersebut? Tidak demikan. Berlaku jujur dan terbuka dengan apa yang bisa diberikan produk dan jasa Anda.

10. Mengakui jika membuat kesalahan.

Tidak ada seorangpun yang sempurna. Kita pernah melakukan kesalahan; ini bagian dari belajar. Jadi, ketika Anda membuat kesalahan jangan mencoba menutupi atau mengingkarinya. Akui dan jika perlu, lakukan sesuatu untuk memperbaiki situasi. Pelanggan akan menghargainya dan mereka akan menjadi pelanggan setia.

Jadi, bagimana pengukuran layanan pelanggan Anda? Apakah Anda mempraktekkan 10 langkah ini dan menawarkan layanan pelanggan? Jika tidak, saya tantang Anda untuk meningkatkan servis Anda. Lakukan pendekatan seperti Ken Blanchard dan alih-alih lebih dari sekedar puas dengan pelanggan yang happy, ciptakan "Penggemar".

Komitmen untuk menerapkan 10 tips ini dalam praktek. Kenali pelanggan Anda. Jadikan mereka fokus pada bisnis Anda. Ini salah satu kunci dalam kesuksesan marketing dan yang terbaik, tidak mengeluarkan biaya yang besar!

***

Penulis: Debbie LaChusa. Selama 20 tahun terjun di bidang marketing, Debbie LaChusa menciptakan Sistem 10 langkah marketing untuk membantu profesional independen dan pengusaha kecil agar sukses dalam memasarkan bisnisnya, dirinya, tanpa mengeluarkan biaya yang besar untuk marketing.

daarut-tauhiid : Message: (234) Rabu, 15 November 2000 Rasa Sebuah Ketulusan

TUJUH SAUDARA KESUKSESAN
Phillip Humbert

Baru-baru ini saya mendapat kesempatan untuk mewawancarai sekelompok orang
yang sangat sukses. Mereka adalah atlet, seniman, penulis, pemimpin politik
dan multi-jutawan terkemuka. Saya menanyakan apa kunci atau faktor esensial
yang menyebabkan mereka mampu mencapai apa yang tidak dapat diraih oleh
kebanyakan dari kita.

Jawaban-jawaban mereka tercakup dalam 7 (tujuh) poin berikut yang tentu saja
berada dalam tingkat yang amat mengagumkan. Saya menyebutnya sebagai "Tujuh
Saudara Kesuksesan", dan kini perkenankan saya membaginya pada anda.

1--Kesadaran Diri

Hal pertama yang mengagumkan atas orang-orang ini adalah tingkat pemahaman
mereka atas diri mereka sendiri. Mereka tahu nilai-nilai dan tujuan-tujuan
mereka. Mereka pun merasa nyaman dengan pilihan yang telah mereka buat dalam
hidup ini. Mereka tahu mereka melakukan kesalahan dan menyesalinya, namun
mereka mampu berdamai dengan masa lalu. Mereka juga penuh gairah, percaya
diri dan optimis dalam memandang masa depan.

2--Tujuan Yang Jelas

Setiap orang dari total 26 orang sukses yang kami wawancarai ini memiliki
tujuan yang tertulis, mulai dari apa yang harus mereka lakukan dalam 30 hari
hingga program 10 tahun. Saya yang terkesan bahwa mereka menyatakan
tujuan-tujuan mereka secara tertulis. Para atlet yang kami wawancarai
memiliki target untuk mencapai skor tertentu. Sedangkan pemimpin bisnis
menuliskan target penjualan mereka. Mereka semua juga memiliki tujuan
pribadi dan keluara yang dinyatakan secara detil sebagaimana tujuan
profesional mereka. Saran yang kita semua pernah dengar bahwa: Tulislah
tujuan anda, benar-benar bekerja dan bermanfaat.

3--Hubungan Yang Kuat

Mereka semua memahami jaringan hubungan teman dan kolega mereka. Setiap dari
mereka memberikan penghargaannya pada pelatih atau rekan yang pernah
mengajari mereka segala sesuatunya serta membukakan pintu kesempatan yang
diperlukan. Mereka sangat berterima kasih dan menghargai bahwa kesuksesan
adalah buah dari jalinan kemitraan dengan banyak orang yang berbeda selama
bertahun-tahun.

4--Idealisme Yang Mengagumkan

Saya amat terkejut pada tingkat kematangan masing-masing individu yang
secara terbuka mendiskusikan idealisme-idealisme mereka. Meski beberapa
orang berbicara mengenai keyakinan agama, sedangkan yang lain berbicara
dalam kerangka istilah psikologi dan politik, namun mereka semua ingin
melakukan suatu perubahan, mengisi hidup ini dengan penuh tujuan dan makna,
atau meraih sebuah mimpi. Mereka dimotivasi dengan gairah untuk menciptakan
dunia yang lebih baik, menyumbangkan sesuatu dan menolong orang lain.

5--Pragmatisme Yang Luar Biasa

Seimbang dengan idealisme mereka, orang-orang yang luar biasa sukses ini
ternyata juga amat praktis. Mereka berfokus pada pemecahan masalah, dan
menggunakan tehnologi, informasi dan ketrampilan untuk meraih tujuan-tujuan
yang terpenting. Mereka tidak tertarik pada teori-teori atau mempertahankan
pilihan masa lalu dan tradisi-tradisi tua. Mereka menginginkan cara-cara
yang praktis untuk menolong mereka sendiri dalam meraih tujuan.

6--Rasa Ingin Tahu Yang Dalam

Mereka mengobservasi budaya, membaca surat kabar, membaca tentang industri
mereka. Mereka pun berusaha mempelajari semua hal yang ada di sekitar
mereka. Mereka membaca tentang politik dan agama. Mereka ingin tahu tentang
bursa saham dan belajar memasak. Saya terkejut bahwa sebagian besar dari
mereka bukanlah ahli di bidang-bidang yang tersebut tetapi mereka amat
terdidik, cerdas dan penuh rasa ingin tahu. Mereka telah melalui kuliah
Doktoral mereka dalam "real life". Amat menarik!

7--Disiplin Pribadi

Mereka tidak mau membuang-buang waktu dan membohongi diri mereka sendiri.
Mereka tidak membesar-besarkan atau mengecil-ngecilkan suatu masalah. Mereka
tidak mengeneralisir. Orang-orang ini amat tepat saat mereka berbicara
mengenai usia, hubungan, usaha atau impian-impian mereka. Angka dan tanggal,
Dollar dan sen, detil amat penting bagi mereka. Dan saya menjumpai mereka
mudah untuk diajak bicara dan jelas dalam berkomunikasi.

Apa yang mengesankan saya adalah kunci kesuksesan mereka tidak berhubungan
dengan keluarga atau latar belakang mereka. Mereka mungkin tidak dilahirkan
dalam keluarga yang kaya raya, atau hanya separuh melanjutkan sekolahnya.
Mereka juga tampaknya tidak dikendalikan untuk sukses. Mereka tidak
mengandalkan keberuntungan mereka pada tehnologi tinggi atau memenangkan
lotre. Sebaliknya, mereka mengikuti rencana yang telah diciptakan secara
tekun; yaitu kesuksesan tingkat tinggi.

Setiap ketrampilan ini dapat dipelajari oleh setiap orang! Tidak ada rahasia
sukses. Sedangkan bakat, keluarga atau keberuntungan hanyalah sebagian kecil
saja dari semua ini. Orang-orang yang amat sukses ini tahu apa yang mereka
inginkan, dan menggunakan hubungan mereka, kerja keras, kesabaran dan
disiplin untuk mencapai hasil yang luar biasa. Demikian juga anda!

(diadaptasi dari "The Seven Sisters of Success", Philip E. Humbert, PhD, The
Innovative Professional's (TIP's) Letter!)

****************************************************************************
Stopper:

Orang yang luar biasa itu sederhana dalam ucapan, tetapi hebat dalam
tindakan. (Konfusius)

Orang yang tahu arti cukup - akan selalu berkecukupan. (Lao Tzu)

****************************************************************************

3 Menit yg Akan Membuat Hidupmu Menjadi Lebih Baik! [Percayalah, HANYA 3 Menit!] - Kaskus - The Largest Indonesian Community

3 Menit yg Akan Membuat Hidupmu Menjadi Lebih Baik! [Percayalah, HANYA 3 Menit!] - Kaskus - The Largest Indonesian Community

Mari kita budayakan ngekomen dan ngerate!!


agan/sist yg baik sllu meninggalkan komen yg bijak dan cerdas

Quote:
Bacalah keseluruhan trit ini dgn seksama [HANYA 3 Menit!] dan coba renungkan
Quote:
Quote:
Semoga g REPOS y [Trit ini 100% TS ketik sendiri ], TS hanya ingin mengajak agan/sist merenungkan betapaberatnya ‘perjuangan’ Ayah&Ibu demi kebahagian anaknya. Miris sekali melihat anak jaman skrg, yg ketika permintaannya [mau pacaran, minta dibelikan motor/mobil, HP keluaran terbaru, pengen uang saku banyak, minta ini, minta itu, dsb] tidak dikabulkan, justru marah-marah, ngambek, kabur dari rumah, dan menunjukkan sikap bermusuhan dengan orang tua mereka!?
Juga sikap kita yg males2an, g pernah belajar, suka ngebolos, tawuran, pergaulan bebas, dsb, sadarkah hal itu bisa membuat orang tua kita sedih!?

Quote:
KISAH NYATA TS


TS lahir sebagai anak pertama, dari 3 bersaudara. Ayah seorang Pegawai Negeri [gol.menengah] dan Ibu seorang guru SD [dri lulusan SMA]. Meski saat itu kami hidup susah, tpi kami selalu bersyukur, dan MERASA kecukupan, Ahamdulillah

Saat itu Ayah dan Ibu, dgn bekerja keras siang dan malam, berusaha mencari rejeki yg halal guna menghidupi keluarga dan menyekolahkan kami bertiga. Keluarga kami memang harus ‘prihatin’, karena kami bertiga butuh biaya yang tidak sedikit untuk bersekolah, sedangkan Ayah dan Ibu adalah pegawai biasa yg tidak memiliki jabatan/kedudukan.

Saking sederhananya, saat itu kami hanya memiliki sebuah motor Vespa Th.82, yg Ayah pergunakan untuk mengantar kami bertiga bersekolah, mengantar Ibu mengajar, dan setelah itu baru Ayah dengan penuh semangat berangkat ke kantor [1 motor untuk berlima! ], tpi kami tak pernah malu, kami ttp bersyukur…


Saking sederhananya, saat itu makan daging adalah suatu hal yg sangat istimewa u/ kami. Demi anaknya, Ayah dan Ibu rela tidak makan [Boks Nasi] saat ada rapat di kantor, dan dibawalah pulang Boks tersebut agar kami bertiga bisa makan bersama...


Saking sederhananya, saat itu appun dilakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ayah seringkali pulang larut malam, u/ kerja lembur. Sementara itu Ibu di saat sore/mlm, yg seharusnya adalah waktu beliau u/ beristirahat, justru digunakan untuk memberikan les pelajaran guna mendapatkan uang tambahan. Dan kamipun sebelum brgkt&sesudah pulang sekolah, dgn senang hati membantu Ayah memberi makan ayam peliharaan di halaman belakang rumah!

Hasil menjual ayam di pasar, lantas kami pergunakan u/ membeli sepatu-tas baru! Puas sekali rasanya merasakan hasil jerih payah sendiri, &kami ttp bersyukur…


Disaat tmn2 ‘sibuk’ dgn HP barunya, hati ini hanya bisa bergumam, “Kapan y aq bisa punya HP sprti itu!? Rasanya meminta ke Ortu, hati ini tidak tega, karena aq tahu btpa itu hanya akan menambah beban pikiran dan membuat Ayah-Ibu semakin susah…” Alhasil sampai SMU, aq tidak punya HP! Tapi tidak mengapa, tidak perlu berkecil hati, yg terpenting aq bisa berprestasi di sekolah… [semangatQ dlm hati]


Disaat tmn2 ‘bangga’ dgn motor/mobil barunya, hati ini hanya bisa bergumam, “Kapan y aq bisa punya motor sprti itu!? Rasanya meminta ke Ortu, hati ini tidak tega, karena aq tahu btpa itu hanya akan menambah beban pikiran dan membuat Ayah-Ibu semakin susah…” Alhasil sampai SMU, aq naik sepeda, bus/angkot dan terkadang diantar Ayah naik Vespa jika ke sekolah! Tapi tidak mengapa, tidak perlu berkecil hati, yg terpenting aq bisa berprestasi di sekolah… [semangatQ dlm hati]


Yg patut kami banggakan meski kami bertiga terbiasa hidup sederhana dan prihatin, dengan segala keterbatasan itu,kami tetap bisa berprestasi. &Alhamdulillah sejak dri SD, SMP, SMU, dan Kuliah kami sllu diterima di Sekolah/Perguruan Tinggi Negeri Favorit, terkemuka di kota kami. Dan kami termasuk siswa yg sllu masuk ranking 10 besar. Luluspun dgn IPK Cumlaude.

Quote:
Akhirnya roda itu berputar, atas ikhtiar dan kerja keras, [setelah 15 Th] Ayah promosi ke posisi yg lebih baik, dan Ibu menjadi Kepala Sekolah, terimakasih atas segala nikmat-karuniaMu ya Allah, akhirnya kesabaran kami berbuah suatu berkah. Dan skrg dapat dikatakan kehidupan kami menjadi jauh, jauh, jauh lebih baik! Saat ini TS bkrja sbgai Pegawai di salah satu Instansi Pusat [Jakarta], ade’ ke-2 menunggu wisuda, dan ade’ ke-3 akhirnya bisa mewujudkan cita2nya sedari kecil menjadi Taruna di sebuah Akademi.


Mungkin hanya sebuah pesan singkat yg ingin TS sampaikan, “Sayangi dan cintai kedua orang tuamu, jgn pernah sekalipun membuatnya sedih dan menangis. Tunjukkan kita bisa membalas semua kasih sayangnya dengan melakukan sesuatu hal yg bisa dibanggakan. Meskipun itu takkan pernah cukup u/mengganti…”
Quote:
Pesan penuh makna dari Ayah-Ibu yg sllu ditanamkan kpda kami bertiga, yg akan sllu kami ingat:

Quote:
“De’, yg rajin belajar y, biar pinter! Ayah-Ibu g bisa membekalimu dengan harta, mobil, dan rumah. Cari semua itu dengan bekal ilmu yg kamu miliki!”
Quote:
“De’, jgn lupa Sholat Malam [Tahajud] untuk memohon petunjukNya, agar sllu diberikan yg terbaik, dimudahkan dalam setiap langkah-langkah, serta segala urusanmu. Dan luangkan waktumu u/ Sholat Dhuha memohon rejeki yg halal dan baik dariNya”
Quote:
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada Ibu Bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS Al Isra'; 23-24)
-Semoga bisa menginspirasi dan bermanfaat-

Belajar Peta Konsep

Kemarin siang Pak Ricky memberitahukan arah menuju kantor DataScrip dari arah Pasar Baru via Kemayoran ke Jl. Angkasa. Pagi ini saya datang dari arah pintu keluar tol PRJ, berbekal Peta Jakarta tahun 2005/06 saya pin point: sekarang di sini (where we are now), mau ke situ (where we want to go/ be) dan mencoret-coret arah belokan pada simpul2 jalan (how do we get there). Maka saya berjalan pelan-pelan karena bingung jalannya mencabang sana-sini. Lingkaran-lingkaran putaran tidak tampak dalam peta saya yang sudah ketinggalan versi/ tahun.
Seharusnya bisa belok kanan karena ada cat penunjuk arah di aspal ada arah ke kanan, tapi telah ditutup batu. Saya pikir dalam peta versi terbarupun mungkin batu itu tidak tampak, sehingga harus putar ke kiri lalu U turn ke kanan. Hampir nyasar masuk terowongan. Mundur dan diberikan jalan oleh mobil di belakang saya. Coba kalau tidak, entah saya akan muncul di mana dan harus cari lag: ada di mana, lewat mana. Melihat peta ternyata saya berada pada sisi rel yang lain, di mana saya sering belok ke Bungur Besar tempat Bibi saya. Oh.. ini toh jalan tembusannya.
Sambil tunggu ada kereta api lewat (cepat sekali frekuensinya), saya melihat Gedung DataScrip sebelah kanan jalan. Sebelum rel kereta api lakukan U turn. Saya ragu apakah sudah tiba di Gedung DataScrip (how will we know when we have achieved change). Ternyata saya salah masuk gedung Merpati, dan tidak bisa tembus ke gedung DataScrip yang dibelakangnya. Putar arah lagi. Ketika mau belok masuk Gedung DataScrip saya melihat di depan: itu jalan Benyamin Sueb yang saya lihat ada perempatannya, kayaknya nanti kali berikutnya saya bisa langsung potong (short cut), sehingga tak perlu putar dekat rel.
Akhirnya bertemu dengan Pak Ricky dan kami brainstorming tentang rencana Road Show di tahun 2008, kerja sama untuk menyebarkan Peta Konsep ke sekolah-sekolah SD 4-SMP 3 antara DataScrip menawarkan Stabilo Pen 68, Point 88, Highlighter Cool, dan Exam Grade dengan PKAB.
Mendengar ada berita di Semarang ada sekolah yang bekerja sama dengan DepDikNas untuk membuat bukualbum Peta Konsep dari pelajaran2 tertentu –> ide ini akan dikembangkan secara terpisah.
Dalam perjalanan pulang direncanakan akan lewat Ketapang, sudah diberitahukan oleh Pak Ricky arah-arahnya. Tetapi di jalanan saya melihat kondisi jalan-jalan: ada yang padat dan ada yang kosong. Teringat pernah diajak teman makan-makan kepiting asap di wilayah Sunter dan pulang lewat tol PRJ-Grogol, jadi saya ganti rencana. Berbekal ingatan yang sudah mulai menurun (tambah pikun kata istri saya dan saya selalu berkelit: khan mau jadi professor) dan tanpa lihat peta, saya nyasar ke danau hijau lumut. Putar arah balik ke PRJ. Akhirnya menemukan kembali jalur yang benar.
Sempat dalam perjalanan dalam outer ring road melaju ke Slipi, saya ragu apakah ini arah yang benar? Kalaupun salah arah, ya udah tanggung terusin ajah, nanti juga sampai dengan resiko memutar lebih jauh. Karena kalau mau keluar ke jalan biasa, ughhh, jalanan itu puadat dan banyak lampu merahnya.
Refleksi Perjalanan Ini Dengan Kondisi Anak Didik
Dalam perjalanan saya nyasar arah balik maka terbayang oleh saya skenario: seorang anak didik (saya sendiri) sedang dimarah-marahi oleh gurunya dan orang tuanya: “Khan sudah diberitahu arah dan caranya berulang-ulang menjawab soal ulangan (anggap saja ini adalah Goal/ Tujuan menuju Gedung DataScrip). Kok masih salah atau tidak bisa!”
Dengan adanya kurikulum yang berubah tiap (n) tahun saya ibaratkan gonta-gantinya Peta. Bisa jadi cara yang diajarkan oleh gurunya adalah benar dan tepat bila si anak didik itu berangkat dari titik awal yang sama. Padahal secara kenyataan tiap anak didik adalah berbeda latar belakang, tingkat sosial, kebudayaan dari daerah, pengalaman, dll. Sehingga apakah mungkin bisa dipaksakan untuk menjawab soal tersebut hanya ada 1 jawaban yang benar? Sering terdengar kekecewaan dari orang tua yang protes masalah jawaban anaknya yang secara logika benar tetapi disalahkan karena berbeda dengan kunci jawaban.
Bayangkan betapa panas-dinginnya si anak bila terus menerus disalahkan dan didorong terus maju, karena ia telah kehilangan arah. Benar ia telah melihat landmark (gedung, nama jalan) yang diibaratkan petunjuk cara guru memecahkan soal. Tapi apakah ia melalui arah yang benar? Misal petunjuk nanti dari depan pintu PRJ ambil arah kanan. Kalau ia datang dari sisi yang salah maka ia bisa saja tetap nyasar. Mungkin ia menemukan jalan buntu karena arah jalan yang ditunjukkan telah ditutup batu atau telah menjadi satu arah (one way), ia kebingungan setengah mati.
Menurut pandangan saya seharusnya kita galakkan adalah learning how to learn, yaitu dengan pendekatanSystem Thinking Approach dan penggunaan Peta Konsep kepada anak didik sejak dini.
Sehingga ia hanya perlu:
  • ia tahu ada di mana sekarang (bisa dengan pre-test)
  • tujuan akhir pembelajaran (akan bisa apa setelah selesai mempelajari bahan pelajaran)
  • cara menuju ke sana (membaca peta, cara U turn, mengetahui arah dengan bantuan kompas/ lokasi matahari, cara bertanya kepada orang sekitar, dll). Cara mencari bahan bacaan / gambar dari perpustakaan dan/ atau internet, membuat presentasi, membuat makalah, cara berargumentasi yang baik
  • mengetahui apakah sudah sampai ditujuan (dengan post-test, memperlihatkan portofolionya)
  • mengembangkan pilihan (mencari jalan alternatif bila menemukan kebuntuan/ kemacetan)
Mustinya para pembuat kebijakan pendidikan harus turun masuk ke kelas dan mengalami sendiri dengan mengikuti pelajaran. Ibaratnya: memang mudah memberikan petunjuk arah, dengan berkata: “Ah.. itu mah gampang, saya sudah sering lewat situ waktu saya masih sekolah dulu. Pasti sampai dan bisa seperti saya.” Pertanyaannya: apakah kita membicarakan hal dengan Peta yang sama? Oh ya.. kita sama-sama memakai peta tahun 2004 misalnya. Padahal kondisi jalan yang dialami sudah banyak berubah.
Dengan adanya globalisasi persaingan dengan negara lain semakin membuat kita kedodoran dan tinggal di tempat. Mari kita populerkan Peta Konsep sebagai alat bantu belajar bagi anak-anak kita mulai dari sekarang. Akan saya postingkan cara pembuatan Peta Konsep secara terpisah, atau download BrosurInformasi Tentang PKAB dan Kegiatannya (2 halaman PDF, 437KB).

Menjadi Manusia Pembelajar

Teori pemrosesan informasi adalah teori kognitif tentang belajar yang menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali pengetahuan dari otak (Slavin, 2000: 175). Teori ini menjelaskan bagaimana seseorang memperoleh sejumlah informasi dan dapat diingat dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar tertentu yang dapat memudahkan semua informasi diproses di dalam otak melalui beberapa indera.

Komponen pertama dari sistem memori yang dijumpai oleh informasi yang
masuk adalah registrasi penginderaan. Registrasi penginderaan menerima sejumlah besar informasi dari indera dan menyimpannya dalam waktu yang sangat singkat, tidak lebih dari dua detik. Bila tidak terjadi suatu proses terhadap informasi yang disimpan dalam register penginderaan, maka dengan cepat informasi itu akan hilang.

Keberadaan register penginderaan mempunyai dua implikasi penting dalam pendidikan. Pertama, orang harus menaruh perhatian pada suatu informasi bila informasi itu harus diingat. Kedua, seseorang memerlukan waktu untuk membawa semua informasi yang dilihat dalam waktu singkat masuk ke dalam kesadaran, (Slavin, 2000: 176).

Interpretasi seseorang terhadap rangsangan dikatakan sebagai persepsi. Persepsi dari stimulus tidak langsung seperti penerimaan stimulus, karena persepsi dipengaruhi status mental, pengalaman masa lalu, pengetahuan, motivasi, dan banyak faktor lain.

Informasi yang dipersepsi seseorang dan mendapat perhatian, akan ditransfer ke komponen kedua dari sistem memori, yaitu memori jangka pendek. Memori jangka pendek adalah sistem penyimpanan informasi dalam jumlah terbatas hanya dalam beberapa detik. Satu cara untuk menyimpan informasi dalam memori jangka pendek adalah memikirkan tentang informasi itu atau mengungkapkannya berkali-kali. Guru mengalokasikan waktu untuk pengulangan selama mengajar.

Memori jangka panjang merupakan bagian dari sistem memori tempat menyimpan informasi untuk periode panjang. Tulving (1993) dalam (Slavin, 2000: 181) membagi memori jangka panjang menjadi tiga bagian, yaitu memori episodik, yaitu bagian memori jangka panjang yang menyimpan gambaran dari pengalaman-pangalaman pribadi kita, memori semantik, yaitu suatu bagian dari memori jangka panjang yang menyimpan fakta dan pengetahuan umum, dan memori prosedural adalah memori yang menyimpan informasi tentang bagaimana melakukan sesuatu.